Jakarta, TopBusiness – Emiten produsen air minum dalam kemasan PT Sariguna Primatirta Tbk (kode saham CLEO) optimistis kinerja penjualan pada kuartal I-2026 dapat tumbuh double digit. Optimisme ini didorong oleh momentum Ramadan dan Lebaran yang secara historis menjadi salah satu pendorong konsumsi air minum dalam kemasan (AMDK), seiring meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Untuk memperkuat posisi di pasar AMDK nasional, CLEO juga terus melakukan ekspansi fasilitas produksi. Perusahaan berencana mengoperasikan pabrik baru di Palu pada kuartal II-2026, sehingga total pabrik yang beroperasi pada semester I akan mencapai 33 unit.
Selain itu, CLEO juga menyiapkan pembangunan dua pabrik baru di Pekanbaru dan Pontianak yang saat ini masih dalam proses penyelesaian perizinan dan ditargetkan mulai berjalan pada semester II tahun ini.
“Kami meyakini bahwa kedekatan fasilitas produksi dengan konsumen menjadi kunci efisiensi distribusi dalam menjaga ketersediaan produk, sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan ke depan,” kata CEO CLEO, Melisa Patricia, dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Dengan kombinasi ekspansi pabrik, inovasi produk, dan penguatan jaringan distribusi, manajemen optimistis perusahaan mampu menjaga momentum pertumbuhan sekaligus meningkatkan kinerja penjualan pada 2026.
Sebelumnya, emiten dengan kode saham CLEO tersebut berhasil mencatatkan kinerja penjualan yang stabil sepanjang 2025. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,82 triliun, meningkat dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tercatat Rp2,70 triliun.
Pertumbuhan tersebut setara dengan kenaikan sekitar 5% secara tahunan (year-on-year/YoY), sejalan dengan rata-rata pertumbuhan industri AMDK nasional.
Kontribusi terbesar terhadap penjualan berasal dari segmen botol yang membukukan pendapatan Rp1,57 triliun. Sementara itu, segmen non-botol menyumbang Rp1,20 triliun. Kedua segmen tersebut juga mencatatkan pertumbuhan positif masing-masing sebesar 5% dan 3% YoY.
kinerja tersebut menunjukkan daya tahan perusahaan di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.
“Di tengah pasar AMDK yang semakin kompetitif, kami bersyukur CLEO masih menunjukkan ketangguhan dengan menorehkan capaian penjualan yang positif, didukung produk yang variatif dan jaringan distribusi yang dekat dengan pasar untuk memenuhi kebutuhan air minum yang aman bagi pelanggan,” ujarnya.
Didukung 32 Pabrik dan 10.000 Mitra Distribusi
Momentum pertumbuhan CLEO juga didukung oleh jaringan produksi dan distribusi yang luas. Hingga akhir Desember 2025, perusahaan telah mengoperasikan 32 pabrik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, distribusi produk diperkuat oleh lebih dari 10.000 mitra distribusi yang memastikan ketersediaan produk di berbagai daerah tetap terjaga.
Strategi memperbanyak fasilitas produksi di dekat pasar dinilai efektif untuk meningkatkan efisiensi logistik sekaligus menjaga ketersediaan produk bagi konsumen.
Selain ekspansi jaringan produksi, inovasi produk juga menjadi salah satu pendorong pertumbuhan penjualan CLEO.
Sepanjang 2025, perusahaan meluncurkan dua produk baru, yakni Cleo 1 Liter Bottled On-the-go yang dirancang sebagai alternatif kemasan praktis untuk konsumen dengan mobilitas tinggi. Selain itu, CLEO juga menghadirkan Cleo Lite 500 ml dengan struktur botol ultra tipis yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap aspek keberlanjutan.
