Jakarta, TopBusiness — PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (IDX: JTPE) berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnis dengan memperkuat transformasi digital serta meningkatkan investasi pada riset dan pengembangan (R&D). Strategi tersebut dijalankan seiring capaian kinerja perseroan yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit sepanjang tahun buku 2025.
Hingga akhir Desember 2025, pendapatan bersih JTPE tercatat mencapai Rp2,78 triliun, meningkat 31% secara tahunan (YoY). Sementara itu, laba bersih periode berjalan melonjak 48% YoY menjadi Rp375,06 miliar, melampaui target yang sebelumnya diproyeksikan oleh perusahaan.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, mengatakan kinerja positif tersebut merupakan hasil dari optimalisasi bisnis yang terus dilakukan perusahaan serta kemampuan menangkap peluang baru di tengah dinamika industri.
“Kami bersyukur capaian tahun 2025 ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, didorong oleh optimalisasi yang terus dilakukan Perusahaan serta langkah proaktif dalam menangkap berbagai peluang baru,” ujar Allan dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Secara bisnis, pertumbuhan kinerja JTPE ditopang oleh lini bisnis sekuriti yang menjadi kontributor utama dengan pendapatan sebesar Rp2,61 triliun atau lebih dari 90% terhadap total pendapatan. Segmen ini didukung oleh produk-produk utama seperti kartu identitas, terutama komponen paspor dan surat kepemilikan kendaraan bermotor, kartu pembayaran, serta produk brand protection yang terus diperkuat sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis perusahaan.
Ke depan, JTPE berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan dengan memperluas sumber pendapatan melalui pengembangan solusi digital. Perseroan melihat peluang besar dari transformasi digital yang tengah berkembang pesat di berbagai sektor.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui penguatan solusi digital yang terintegrasi, termasuk pada sistem inventory and distribution management serta pemanfaatan teknologi berbasis RFID. Langkah ini sejalan dengan proyeksi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai nilai sekitar Rp1.700 triliun pada 2025.
Dalam rangka mempercepat transformasi menuju product and solution developer, perusahaan juga meningkatkan investasi pada riset dan pengembangan, pengembangan produk serta layanan baru, penguatan sumber daya manusia, hingga modernisasi mesin dan teknologi produksi.
Menurut Allan, berbagai langkah strategis tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelanggan.
“Melalui berbagai langkah strategis yang telah disiapkan tersebut, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan ke depan,” tutup Allan.
