Jakarta, BusinessNews Indonesia—Indra Yonathan, co-founder and country head Shopback Indonesia, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa wisata dan traveling sudah menjadi kebutuhan gaya hidup masyarakat Indonesia.
“Bahkan pola konsumsi masyarakat Indonesia mulai bergeser dari non-leisure ke leisure atau wisata,” kata dia.
Indikator pergeseran tersebut ditunjukkan dengan laju pertumbuhan restoran, hotel, dan rekreasi di Indonesia yang terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada kuartal tiga 2017, restoran dan hotel tumbuh signifikan dibanding kuartal tiga 2016. Kuartal tiga 2017, pertumbuhannya di 5,52%.
Dia menjelaskan bahwa data pemesanan di platform Shopback pun memerkuat data BPS. Dalam hal ini, sektor leisure (travel dan hospitality) menjadi sektor dengan pemesanan yang cukup banyak di Shopback.
“Berdasarkan data Shopback, tingkat pemesanan untuk tiket dan hotel pada kuartal satu 2018 meningkat 6% dibanding kuartal yang sama di tahun sebelumnya,” kata dia.
Di jelaskan, Shopback, platform gaya hidup yang mendukung masyarakat untuk melakukan transaksi belanja secara hemat dan cermat, memberikan uang sebesar Rp30 juta untuk traveler yang mau menjelajahi kearifan wisata Indonesia dalam kurun waktu satu bulan.
Traveler tersebut sekaligus akan menjadi chief travel officer (CTO) Shopback Indonesia.
“Pencarian CTO Shopback Indonesia itu dilakukan selama 6 April sampai 8 April 2018 di pameran wisata Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) di Jakarta,” kata dia.
