TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

CSR PT Akebono Brake Astra Indonesia Fokuskan Penanganan Stunting

Ahmad Churi
3 April 2026 | 17:46
rubrik: Event
CSR PT Akebono Brake Astra Indonesia Fokuskan Penanganan Stunting

PT Akebono Brake Astra Indonesia, perusahaan joint venture Astra Otoparts Tbk dan  Akebono Brake Industry, Co., Ltd yang menggeluti spare part otomotif, tahun ini kembali masuk nominasi mengikuti ajang corporate rating (penilaian) untuk penghargaan nasional atas keberhasilan penerapan program Corporate Social Responsibility (CSR)/ “TOP CSR Awards 2026”. Kali ini, produsen komponen rem ini, mengangkat tema presentasi “Inovasi Kolaborasi Gizi: Sinergi  PT Akebono Brake Astra Indonesia Kecamatan Kelapa Gading dan SMK Negeri 33 Jakarta Utara Dalam intervensi Stunting Berbasis Kuliner Bergizi”.

Jakarta, TopBusiness – Inisiatif program CSR untuk penanganan stunting ini lahir dari meningkatnya kasus stunting di wilayah Kelapa Gading. Data pemantauan kecamatan menunjukkan angka stunting mencapai 2,65 persen dari total 3.046 balita pada April 2025, dengan jumlah tertinggi berada di Kelurahan Pegangsaan Dua yang merupakan wilayah ring-1 operasional perusahaan.

Stunting sendiri merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada balita akibat kurang gizi dan infeksi berulang, terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan. (Perpres No 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Meski prevalensi stunting kian turun, namun hingga kini stunting masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan nasional. Tak hanya terjadi di kampung dan pelosok perdesaan, namun hal ini juga banyak  dijumpai di kota-kota besar. Penyebab utamanya adalah gizi ibu hamil yang buruk, kurangnya asupan MP-ASI bergizi, serta sanitasi yang buruk. 

Berdasarkan data perseberan Balita stunting di Jakarta Utara, DKI Jakarta 2025, jumlah Balita stunting di Kelapa Gading,  mengalami kenaikan 22% (YoY) tersebar di beberapa kelurahan. Tercatat peta masalah stunting per April 2025 di Kecamatan Kelapa Gading yaitu 2,65% dari total balita yaitu 3046 balita. Jumlah  terbesar yaitu 48 balita stunting (3,30%) di Kelurahan Pegangsaan Dua (Ring 1 Perusahaan).

BACA JUGA:   CSR Jadi Core Business, Ini Target Mulia PT Asmin Bara Bronang

Rincian Penyebab Balita menjadi Stunting antara lain: 1. Asupan Protein hewani kurang (53 anak), 2. Penyakit komorbid : TB (4 anak),  Anemia (37 anak), 4. Diare, Ispa, keluarga perokok (57 anak); . Intoleransi lactose/kelainan pencernaan (2 anak), 4. Hygiene sanitasi/kebiasaan PHBS buruk (Pemeriksaan Kualitas air minum (TMS) 45 dari 60 anak diperiksa); 5. Pola asuh orang tua, pemberian makan 6. Ketidakmampuan ekonomi memenuhi gizi (71 orang tua).

“Kami melihat upaya penanganan stunting tidak lagi hanya mengandalkan bantuan pangan, tetapi mulai bergerak ke pendekatan inovatif berbasis kolaborasi lintas sektor. Dalam Social Mapping terdapat berbagai stakeholder yang terdata termasuk antara lain Pihak Kecamatan dan SMK N 33 Jakarta. Sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor. Dalam hal ini kami lakukan MoU dengan Kecamatan Kelapa Gading dan SMK N 33 Jakarta terkait Program Gasing Frozen (Gerakan Atasi Stunting dengan Makanan Frozen) Bergizi berupa Bakso Ikan dan Nugget Ayam  tinggi protein yang diolah langsung oleh siswa sekolah vokasi-SMKN 33 Jakarta,” ungkap CSR Section Head PT Akebono Brake Astra Indonesia, Tupon Setiawan dalam paparannya saat wawancara penjurian “Top CSR Awards 2026” yang diselenggarkan Majalah Top Business secara daring, baru-baru ini.

Turut hadir dalam wawancara penjurian ini dari PT Akebono Brake Astra Indonesia, di antaranya  Darmawan – Administration General Manager, serta Ika Tri Widyastuti – HRD Department Head/CSR Manager. Sedangkan tim juri penilai terdiri Ummu Azizah Mukarnawati (LKN Asta Cita, Komite CSR), Puteri Rahsilahputeri (Sinergi Daya Prima), Febrizal Efendi (Aspiluki-Kadin), serta Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks-MSI Group) sekaligus sebagai moderator.

Dalam persentasinya terungkap, melalui program Gasing Frozen (Gerakan Atasi Stunting dengan Makanan Frozen), menu makanan dikurasi bersama ahli gizi Puskesmas Kelapa Gading untuk memastikan kandungan protein hewani, zat besi, zinc, vitamin, serta omega-3 terpenuhi sesuai kebutuhan pertumbuhan balita.

BACA JUGA:   E-RM, Inovasi Unggulan RSUD Karsa Husada Batu

Distribusi makanan dilakukan secara berkala melalui posyandu dan kader PKK, disertai edukasi gizi kepada orang tua. Program ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktik bagi 207 siswa jurusan kuliner SMK Negeri 33 Jakarta Utara melalui konsep learning by doing, sehingga pendidikan vokasi terhubung langsung dengan dampak sosial di masyarakat.

Hasil Nyata: Balita Lulus dari Status Stunting

Hasil monitoring menunjukkan perkembangan positif. Pengukuran antropometri berdasarkan standar WHO memperlihatkan kenaikan tinggi badan dan berat badan balita penerima manfaat secara bertahap.Pada intervensi 2024, seluruh balita peserta program dinyatakan lulus dari status stunting.

 Sementara pada 2025, tingkat kelulusan mencapai 70 persen dan program 2026 masih berlangsung dengan target tambahan 10 balita penerima manfaat. Selain dampak kesehatan, survei kepuasan masyarakat juga mencatat indeks kepuasan tinggi dengan nilai rata-rata 4,6 dari skala 5, menunjukkan penerimaan program yang sangat baik di masyarakat.

Program ini juga dirancang selaras dengan prinsip ESG serta mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain tanpa kelaparan, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, serta kemitraan pembangunan.

Bagi perusahaan, inisiatif tersebut tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menjadi langkah mitigasi risiko sosial sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat sekitar operasional. “Ke depan, program CSR model intervensi berbasis kolaborasi kuliner bergizi ini dapat direplikasi di wilayah lain,” ujarnya.

Sebaran Program CSR

Selain  masalah stunting, sebagai perusahaan yang telah merumuskan berbagai strategi bisnis berbasis tanggung jawab sosial, untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, PT Akebono Brake Astra Indonesia juga menerapkan berbagai program CSR di berbagai bidang lain.

Di antaranya sebagai bagian dari kontribusi sosial, perusahaan menjalankan Program Beasiswa AAIJ yang diberikan kepada anak karyawan dan masyarakat sekitar perusahaan. Beasiswa ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan serta memberikan motivasi bagi penerima untuk mencapai prestasi dan cita-cita.

BACA JUGA:   FOTO - Target Transaksi Harbolnas 2019 sebesar Rp 7,8 Triliun

Selain itu, ada kerjasama Perusahaan dengan SMK Dinamika Pembangunan 1 Jakarta dalam menyiapkan 254 siswa yang terampil di jurusan Permesinan melalui program Teaching Factory, PKL/Magang, Guru Tamu dan lainnya. “Sebagai Creating Shared Value (CSV), Program ini dapat menyerap siswa SMK yang sudah terlatih sebagai peserta pemagangan atau karyawan Perusahaan, sehingga pemahaman industri kepada siswa lebih mudah,”ujarnya.

Kemudian, di RW 02 Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, perusahaan menginisiasi Program Budidaya Ikan Lele sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus mendukung ketahanan pangan. Program Budidaya Ikan Lele diinisiasi berdasarkan kebutuhan warga untuk mengembangkan usaha sebagai salah satu pendapatan untuk operasional RW. Selain itu, program ini juga berfungsi untuk ketahanan pangan untuk mendukung Program Kampung Iklim (Proklim) yang dicanangkan RW 02, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. Untuk pematangan program, Perusahaan juga melaksanakan seminar budidaya lele, sehingga 30 petani ikan lele mempunyai pengetahuan komprehensif tentang budidaya ikan lele. Perusahaan melakukan monitoring berkala yang didukung dengan dekatnya lokasi budidaya ikan lele dengan Perusahaan.

Pelestarian Hewan Langka dan Mangrove

Sebagai upaya pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, Perusahaan bekerja sama dengan Sekolah Alam Indonesia dan Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) melakukan pelestarian hewan langka di Indonesia antara lain : Gajah Lampung, Badak Lampung, Owa Jawa di Sanggabuana, Karawang.

Selain itu, perusahaan juga melakukan penanaman mangrove di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Program Pelestarian Hewan dan Mangrove ini dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan monitoring program dilakukan melalui kunjungan langsung, ekspedisi Owa Jawa untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan hewan dan mangrove tersebut.

Tags: PT Akebono Brake Astra
Previous Post

Periode 30 Maret—2 April, IHSG Alami Perubahan sebesar 0,99%

Next Post

Hasil Evaluasi Mudik 2026: Infrastruktur dan Keselamatan Semakin Baik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR