TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Singapura Dominasi Investasi Properti Asia Tenggara

Achmad Adhito
6 April 2026 | 17:43
rubrik: Business Info
Gas Bumi Harga Tertentu: Dampak Positif Rp127 Triliun ke Ekspor

Sumber Ilustrasi: Freepik

Jakarta, TopBusiness—Volume penjualan investasi properti di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai US$21,8 miliar pada 2025, meningkat hampir 16% dibandingkan dengan level 2024.

Hal itu dipaparkan dalam riset Cushman and Wakefield yang diterima hari ini oleh Redaksi Majalah TopBusiness.

Singapura tetap menjadi pemain dominan, menyumbang sekitar 61% dari total volume investasi di Asia Tenggara pada 2025.

Di Singapura, didorong oleh penurunan tajam biaya pinjaman dan fundamental properti yang stabil, aktivitas investasi yang sehat terjadi di berbagai sektor, mulai dari perkantoran, ritel, industri, hingga hospitality.

Transaksi penting termasuk akuisisi Clementi Mall oleh investor Tiongkok, Elegant Group, sekitar US $624,6 juta; pembelian sepertiga kepemilikan Marina Bay Financial Centre Tower 3 milik Hongkong Land oleh Keppel REIT senilai sekitar US$1,1 miliar.

Kemudian, akuisisi 55% kepemilikan komponen komersial CapitaSpring oleh CapitaLand Integrated Commercial Trust senilai sekitar US$810 juta; dan penyelesaian akuisisi Thomson View en bloc oleh joint venture UOL–SingLand–CapitaLand senilai sekitar US$637,4 juta.

Riset itu menjelaskan bahwa aset industri dan data center semakin membentuk lanskap investasi di Asia Tenggara yang sedang berkembang (Asia Tenggara-6, tidak termasuk Singapura).

Seiring meningkatnya skala manufaktur dan intensitas perdagangan, investor melihat nilai jangka panjang dari pertumbuhan industri, sementara percepatan digitalisasi dan urbanisasi mendorong permintaan akan data center.

Equinix menyelesaikan akuisisi tiga data center di Manila dari Total Information Management (TIM) pada Juni 2025. Pada November 2025, Vantage Data Centers mengumumkan penyelesaian investasi ekuitas senilai US$1,6 miliar ke platformnya, dipimpin oleh afiliasi GIC bersama anak perusahaan penuh Abu Dhabi Investment Authority (ADIA).

Sebagian modal digunakan untuk menyelesaikan akuisisi campus data center hyperscale 300MW+ milik Yondr Group di Sedenak Tech Park, Johor, Malaysia.

BACA JUGA:   Tingkatkan Pengendalian Layanan Preservasi Jalan Tol Secara Real-Time, Ini Aplikasi Anyar Jasa Marga JIMMS 2.1

Selanjutnya, riset Cushman and Wakefield itu memaparkan: di tengah risiko yang meliputi geopolitik, inflasi, mata uang, dan politik lokal, baik investor maupun pengguna properti cenderung menempatkan premi pada pasar yang relatif lebih aman (safe haven) dengan fundamental dan daya tahan yang lebih kuat.

Selain itu, dengan meningkatnya kejadian cuaca ekstrem di kawasan ini, risiko iklim menjadi semakin signifikan dan diperkirakan akan diperhitungkan dalam pemilihan lokasi serta strategi investasi.

Tags: investasi propertiproperti asia tenggara
Previous Post

IHSG Ditutup Melemah, Saham Perbankan Tekan Indeks di Tengah Lesunya Transaksi

Next Post

Transformasi Perumda Air Minum Tirta Patriot, Tingkatkan Kinerja Usaha dan Layanan Pelanggan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR