Jakarta, TopBusiness — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul, DIY kembali terpilih menjadi nominator TOP BUMD Awards 2026. Perumdam yang memiliki visi ‘Menjadi Perusahaan yang Mandiri, Sehat dan Profesional’ ini, dicatat mengikuti sesi presentasi Penjurian TOP BUMD Awards 2026, Kamis (2/4/2026).
Hadir dalam penjurian, Direktur Utama Perumdam Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul Arinto Hendro Budiantoro, S.E., M.M. Pada penjurian, Arinto menyatakan jika Perumdam Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul (Perumdam Bantul) merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berfokus pada pelayanan air minum melalui sistem perpipaan dengan mengedepankan aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas.
Dalam menjalankan bisnisnya, Perumdam Bantul dicatat menerapkan strategi diversifikasi usaha, pengembangan pasar, dan peningkatan pelayanan.
Upaya tersebut dilakukan melalui ekspansi jaringan perpipaan, inovasi layanan publik berbasis digital, serta pengembangan produk seperti air minum dalam kemasan (AMDK). Dalam menjalankan bisnisnya pula, Perumdam Bantul berhasil membukukan kinerja bisnis dan kesehatan perusahaan yang solid.
Kinerja Bisnis yang Solid
Menurut Arinto, kinerja Perumdam Bantul selama periode 2023–2025 menunjukkan hasil yang konsisten dengan kategori “Baik” berdasarkan indikator Kemendagri dengan nilai 66,06. Sementara itu, berdasarkan indikator Kementerian PUPR, perusahaan berada pada kategori “Sehat” dengan skor mencapai 3,93 pada tahun 2025.
Selain itu, Perumdam Bantul menempati peringkat 1 di tingkat provinsi dan peringkat 18 secara nasional, serta peringkat 6 nasional untuk kategori jumlah pelanggan di bawah 50.000.
“Kinerja keuangan Perumdam Bantul juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba, peningkatan saldo kas dan investasi jangka pendek, serta optimalisasi pendapatan operasional,” kata Arinto.
Pada pertumbuhan laba, Perumdam Bantul berhasil mencatatkan kinerja yang meningkat secara konsisten. Seperti misalnya, laba tahun 2021 dicatat sebesar Rp1,38 miliar. Tahun 2022 menjadi Rp1,42 miliar, tahun 2023 menjadi Rp1,66 miliar, dan tahun 2024 menjadi Rp1,86 miliar. Pada tahun 2025 dicatat meningkat menjadi Rp2,54 miliar.
“Pada tahun 2025, realisasi laba bahkan dicatat sebesar Rp2,54 miliar. Realisasi ini melampaui target Rp2,18 miliar, atau terdapat kenaikan sebesar 16,45% dari target, serta tumbuh 36,58% dibanding tahun 2024,” kata Arinto.
Pada saldo kas dan investasi jangka pendek, Perumdam Bantul juga berhasil mencatatkan peningkatan secara signifikan. Di mana tahun 2021 dicatat sebesar Rp17,87 miliar, tahun 2022 dicatat sebesar Rp21,43 milyar, dan tahun 2023 sebesar Rp24,83 milyar. Untuk tahun 2024 naik menjadi Rp28,17 milyar, dan tahun 2025 baik menjadi Rp34,29 miliar. Peningkatan tersebut, menunjukkan adanya penguatan likuiditas dan kapasitas investasi perusahaan.
Terkait optimalisasi pendapatan operasional, Perumdam Bantul juga berhasil menorehkan peningkatan kinerja pendapatan dan pelanggan.
Beberapa indikatornya di antaranya adalah sebagaoi berikut. Pertama, pendapatan tahun 2025 sebesar Rp65,82 miliar atau 99,30% dari target. Kedua, jumlah pelanggan sebesar 49.196 atau 101,54% dari target. Ketiga, skor kepuasan pelanggan sebesar 84,9%, atau dengan kategori “Baik.”
Berkat GCG
Menurut Arinto kembali, semua capaian kinerja yang berhasil ditorehkan perusahaan, tidak lepas dari keberhasilan perusahaan dalam menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sesuai regulasi daerah.
Beberapa implementasi tata kelola yang telah dilakukan, di antaranya melalui: Sistem manajemen kinerja berbasis KPI, Program reward dan punishment, Pelaporan tepat waktu, dan Penyediaan Whistle Blowing System.
Sementara itu dalam aspek SDM, perusahaan menerapkan 4 kebijakan guna mendukung kinerja perusahaan. Keempat kebijakan tersebut adalah: Rolling dan mutasi pegawai secara berkala; Peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan kerja sama dengan BPKP serta perguruan tinggi; dan Implementasi Human Capital Management System (HCMS) berbasis digital. Selain itu, program inovatif seperti gamifikasi, employee wellbeing, dan job rotation.
Inovasi dan Digitalisasi Layanan
Selain menerapkan tata kelola yang baik, menurut Arianto kembali, semua capaian kinerja juga didukung oleh pengembangan inovasi berbasis teknologi yang dilakukan perusahaan.
Pengembangan inovasi ini dilaksanakan guna meningkatkan kemudahan akses layanan, efisiensi operasional dan pelayanan.
Beberapa pengembangan inovasi berbasis teknologi yang telah dilaksanakan diantaranya adalah: Aplikasi SIAP PRIMA untuk pelaporan gangguan dan survei berbasis koordinat, Payment Point Online System yang memungkinkan pembayaran melalui e-commerce, QRIS, bank, dan ritel modern, Aplikasi Android untuk akses informasi pelanggan, serta Pengembangan produk AMDK “BANEW”.
Kontribusi
Dengan keberhasilan capaian kinerja yang ada, Perumdam Bantul kemudian berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap keuangan daerah melalui setoran PAD. Kontribusi tersebut bahkan dicatat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Besaran kontribusi tersebut adalah sebagai berikut. Tahun 2021 sebesar Rp762 juta, tahun 2022 sebesar Rp769 juta, tahun 2023 sebesar Rp914 juta, tahun 2024 sebesar Rp1,02 miliar, dan tahun 2025 menjadi sebesar Rp1,39 miliar.
Adanya peningkatan tersebut, juga mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga profitabilitas sekaligus menjalankan fungsi pelayanan publik.
Selain itu, Perumdam Bantul juga berhasil menghadirkan banyak kontribusi lain terhadap pembangunan daerah. Beberapa di antaranya melalui: Penyediaan akses air bersih yang layak, Program Zona Air Minum Prima (ZAMP), Bantuan air bersih untuk daerah terdampak kekeringan, Program CSR di bidang pendidikan, olahraga, dan penanganan stunting.
“Dengan keberhasilan menjaga kinerja yang solid dan meraih laba yang terus meningkat serta setoran PAD yang melampaui target, Perumdam Bantul tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan publik, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkas Arianto.
