TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Melemah, Saham Big Caps Perbankan Tekan Pergerakan Indeks

Agus Haryanto
9 April 2026 | 09:25
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia dibuka melemah pada perdagangan Kamis (9/4/2026). IHSG turun 40,75 poin atau 0,56 persen ke level 7.238,46. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan ikut terkoreksi 5,05 poin atau 0,69 persen ke posisi 728,57.

Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi tercatat cukup aktif dengan frekuensi mencapai sekitar 220 ribu kali transaksi. Volume perdagangan berada di kisaran 1,9 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,2 triliun, mencerminkan likuiditas yang tetap terjaga meskipun indeks bergerak di zona merah.

Pelemahan IHSG terutama dipengaruhi oleh tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar. Saham BBCA turun sekitar 0,52 persen ke level Rp6.725, BBRI melemah 0,66 persen ke posisi Rp6.025, BMRI terkoreksi 0,61 persen ke level Rp7.025, serta TLKM turun 0,40 persen ke kisaran Rp3.780. Tekanan pada saham perbankan dan telekomunikasi tersebut menjadi kontributor utama pelemahan indeks karena bobotnya yang besar.

Pergerakan pasar pada awal sesi menunjukkan kecenderungan aksi ambil untung oleh investor setelah penguatan signifikan pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan tajam yang terjadi sebelumnya mendorong pelaku pasar untuk merealisasikan keuntungan, sehingga memicu tekanan jual jangka pendek.

Di sisi lain, investor juga cenderung berhati-hati sambil mencermati perkembangan sentimen global, termasuk pergerakan harga komoditas dan dinamika ekonomi internasional. Kondisi ini membuat pergerakan indeks cenderung fluktuatif pada awal perdagangan.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi setelah penguatan tajam. Level 7.200 diperkirakan menjadi area penopang terdekat, sementara kisaran 7.300–7.350 menjadi area penahan kenaikan. Selama tidak menembus support tersebut, pergerakan indeks masih berpeluang melanjutkan tren positif dalam jangka pendek meskipun diwarnai koreksi terbatas.

BACA JUGA:   IHSG Dibuka Menguat ke 8.318, Saham Perbankan dan Komoditas Jadi Penggerak Utama

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

OJK Sambut Positif Klasifikasi FTSE Russell dan Tegaskan Komitmen Penguatan Integritas Pasar Modal Indonesia

Next Post

Keyakinan Pemerintah terhadap Resiliensi Perekonomian Nasional di Tengah Persoalan Dinamika Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR