TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BEI Suspensi YPAS sebab Peningkatan Harga Kumulatif Signifikan

Agus Haryanto
9 April 2026 | 07:27
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia atau BEI, melalui Pengumuman Bursa No. Peng-SPT-00103/BEI.WAS/04-2026, melakukan penghentian sementara perdagangan atau suspensi saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) karena peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam laman idx.co.id, di Jakarta.

Suspensi saham berkode YPAS tersebut di pasar reguler dan tunai mulai sesi I tanggal 9 April 2026 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut.

Karena itu, Bursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.

BACA JUGA:   Indeks akan Koreksi Terbatas
Previous Post

Raih PROPER Emas ke-9, Pupuk Kaltim Tegaskan Kepemimpinan dalam Keberlanjutan

Next Post

Emiten Ini Gelar Cek Kesehatan 2.000 Orang di Jawa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR