TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Menguat, Saham Perbankan Topang Kenaikan di Awal Perdagangan

Agus Haryanto
17 April 2026 | 09:37
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Jumat (17/4/2026) akhir pekan menguat.

IHSG tercatat naik 24,43 poin atau 0,32 persen ke level 7.645,81, sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan naik 1,16 poin atau 0,15 persen ke posisi 758,48.

Pada awal sesi perdagangan, aktivitas transaksi tergolong moderat. Volume perdagangan tercatat sekitar 4,8 miliar saham dengan frekuensi kurang lebih 245 ribu kali transaksi dan nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,05 triliun. Pergerakan ini menunjukkan minat beli yang mulai kembali masuk, meskipun belum terlalu agresif.

Penguatan IHSG didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan. Saham BBRI menguat sekitar 1,2 persen ke level Rp3.830, diikuti BMRI yang naik sekitar 3,5 persen ke posisi Rp5.275, serta BBCA yang turut menguat sekitar 0,8 persen ke kisaran Rp9.950. Dari sektor energi, BREN juga mencatatkan kenaikan yang menopang indeks.

Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sejumlah saham berbasis komoditas. AMMN tercatat melemah sekitar 1,5 persen ke level Rp6.450, sementara BRMS turun sekitar 1,2 persen ke posisi Rp182. Pelemahan saham-saham ini membatasi penguatan IHSG agar tidak bergerak lebih tinggi.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada pembukaan mencerminkan sentimen positif yang masih terbatas. Investor cenderung melakukan aksi beli selektif pada saham-saham unggulan setelah sebelumnya mengalami tekanan. Likuiditas pasar yang tetap terjaga juga menjadi faktor pendukung, meskipun belum diikuti lonjakan volume yang signifikan.

Dari sisi teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas. Selama mampu bertahan di atas level 7.600, indeks berpeluang melanjutkan penguatan ke kisaran 7.680 hingga 7.700. Namun, jika tekanan jual kembali meningkat, IHSG berpotensi bergerak turun menguji area support di sekitar 7.580.

BACA JUGA:   Di Perdagangan Perdana 2023, Kans IHSG Rebound Terbatas

Data AI

Tags: ihsgindeks
Previous Post

Stok Plastik RI Aman

Next Post

Pemerintah Tegaskan Implementasi MLFF Dilakukan Bertahap, Utamakan Kesiapan Sistem, Pengguna, dan Ekosistem

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR