Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT BFI Finance Tbk (BFIN) melaporkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebanyak 30% pada tiga bulan pertama 2018. Pendapatan BFI Finance tercatat sebesar Rp 1,17 triliun, naik 30% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 901,43 miliar.
Dalam laporannya yang dipublikasikan Selasa (17/4/2018), kontribusi dari sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen masing-masing tumbuh menjadi Rp 667,04 miliar dan Rp 486,09 miliar. Pada periode yang sama di tahun 2017, sewa pembiayaan dan pembiayaan konsumen BFI Finance mencapai Rp 504,65 miliar dan Rp 369,49 miliar.
Berdasarkan segmen geografis, pendapatan di kuartal pertama tahun 2018 sebagian besar berasal dari wilayah Jawa senilai Rp 629,40 miliar, diikuti wilayah Sumatera Rp 220,57 miliar, Sulawesi Rp 188,94 miliar, Kalimantan Rp 122,33 miliar dan lainnya sebesar Rp 14,92 miliar.
Seiring dengan bertambahnya pendapatan, BFI Finance juga mencatatkan pertumbuhan pada beban di periode ini. Beban-beban perseroan melonjak 26,2% menjadi Rp 735,31 miliar yang disebabkan oleh melonjaknya gaji dan tunjangan serta bunga dan keuangan. Alhasil, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 440,86 miliar yang naik 38% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 318,90 miliar.
Meskipun beban pajak penghasilan juga tumbuh 37% yoy, BFI Finance berhasil mencetak laba yang lebih besar di kuartal pertam tahun 2018. Laba pada periode ini mencapai Rp 350,68 miliar, sedangkan di periode yang sama tahun lalu hanya tercatat Rp 254,43 miliar.
