Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Jumat di PT Bursa Efek Indonesia bergerak terbatas di zona negatif. IHSG tercatat menipis 0,53 poin atau 0,01 persen ke level 7.378,07. Sementara itu, indeks LQ-45 yang berisi 45 saham unggulan turun 1,51 poin atau 0,10 persen ke posisi 715,75.
Pada awal sesi I, aktivitas perdagangan menunjukkan likuiditas yang masih moderat. Volume transaksi tercatat sekitar 3,6 miliar saham dengan frekuensi kurang lebih 245 ribu kali transaksi. Adapun nilai transaksi harian pada saat pembukaan mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Pergerakan ini mencerminkan investor yang masih cenderung berhati-hati, dengan belum terlihat lonjakan signifikan pada transaksi di awal sesi.
Pelemahan IHSG pada pembukaan didorong oleh koreksi sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor perbankan dan komoditas. Saham BBCA turun sekitar 0,6 persen ke level Rp9.825, BBRI melemah 0,5 persen ke posisi Rp5.375, BMRI terkoreksi 0,7 persen ke level Rp6.150, serta ADRO turun 0,8 persen ke posisi Rp2.950. Di sisi lain, penguatan terbatas datang dari sejumlah saham yang menahan penurunan lebih dalam, seperti TLKM yang naik 0,4 persen ke level Rp3.980, ASII menguat 0,6 persen ke posisi Rp5.225, dan UNVR naik 0,7 persen ke level Rp3.650, meskipun belum cukup kuat mengangkat indeks ke zona hijau.
Pergerakan IHSG yang relatif datar mengindikasikan pasar sedang berada dalam fase konsolidasi jangka pendek. Investor cenderung menahan aksi beli agresif sambil menunggu sentimen baru, baik dari dalam maupun luar negeri. Minimnya katalis domestik serta kecenderungan pelaku pasar untuk melakukan rotasi sektor menjadi faktor utama yang menahan laju indeks, dengan aliran dana mulai bergerak ke saham lapis dua sementara saham unggulan mengalami tekanan ringan.
Secara teknikal, IHSG saat ini berada di area krusial dengan rentang support di kisaran 7.350 dan resistance di sekitar 7.400. Pergerakan yang sempit pada pembukaan menunjukkan pasar masih mencari arah sebelum menentukan tren lanjutan.
Sepanjang hari, IHSG berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan sideways. Peningkatan volume dan nilai transaksi pada sesi berikutnya akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah pergerakan indeks selanjutnya, baik untuk kembali menguat maupun melanjutkan pelemahan terbatas.
Data AI
