Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia mengawali perdagangan Senin (27/4/2026) dengan penguatan. IHSG naik 29,02 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.158,51. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham terlikuid justru melemah 2,32 poin atau 0,34 persen ke level 693,08.
Pada pembukaan perdagangan, aktivitas transaksi terpantau cukup aktif. Nilai transaksi saham tercatat sekitar Rp562 miliar dengan volume perdagangan mencapai 1,02 miliar saham dan frekuensi sebanyak 82.145 kali transaksi. Pergerakan ini mencerminkan minat beli yang masih selektif di awal sesi, di tengah kecenderungan investor mencermati arah pasar global.
Penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp75 atau sekitar 0,8 persen ke posisi 9.475. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat Rp30 atau 0,6 persen ke level 5.125. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) juga bergerak naik Rp70 atau sekitar 2,1 persen ke posisi 3.410, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat Rp45 atau 2,3 persen ke level 2.015.
Di sisi lain, pelemahan indeks LQ45 dipengaruhi oleh tekanan pada beberapa saham unggulan. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp20 atau 0,5 persen ke posisi 3.980, dan PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp25 atau 0,4 persen ke level 5.975. Koreksi pada saham-saham ini menahan laju penguatan indeks saham unggulan meskipun IHSG secara keseluruhan masih berada di zona hijau.
Secara keseluruhan, pasar bergerak variatif dengan kecenderungan penguatan terbatas. Investor terlihat melakukan rotasi ke saham-saham tertentu, khususnya sektor energi dan komoditas yang mendapatkan sentimen positif dari pergerakan harga global. Sementara itu, sebagian saham blue chip mengalami aksi ambil untung setelah penguatan pada sesi sebelumnya.
Dari sisi teknikal, posisi IHSG yang berada di atas level 7.150 menunjukkan adanya peluang melanjutkan penguatan, namun masih dibayangi potensi konsolidasi. Minimnya katalis domestik serta beragamnya sentimen global membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan fluktuatif sepanjang sesi perdagangan. Pelaku pasar akan mencermati perkembangan eksternal serta arus dana investor asing untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Data AI
