Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Selasa (28/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Turun Hari Ini.
Pasar AS sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Senin (27 April): Dow -0,13%, S&P 500 +0,12%, dan Nasdaq +0,20%. S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi karena investor semakin berharap akan dimulainya kembali pembicaraan perdamaian AS-Iran. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 0,90% menjadi 4,340%, sementara Indeks Dolar AS turun 0,04% menjadi 98,50.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Senin (27 April): Minyak mentah WTI naik 2,09% menjadi USD 96,37/bbl, minyak mentah Brent naik 2,75% menjadi USD 108,23/bbl, batu bara naik 1,57% menjadi USD 132,25/ton, CPO naik 0,42% menjadi MYR 4.534/ton, dan emas turun 0,58% menjadi USD 4.682/oz.
Pasar Asia sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Senin (27 April): Hang Seng turun 0,20%, Nikkei melonjak 1,38%, dan Shanghai naik 0,16%.
JCI turun 0,32% menjadi 7.106,52, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 2.039,5 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 2.007,5 miliar di pasar reguler dan penjualan bersih Rp 32,0 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BBCA (Rp 896,0 miliar), BMRI (Rp 678,5 miliar), dan BBRI (Rp 200,2 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di EMAS (Rp 85,8 miliar), INCO (Rp 60,0 miliar), dan ARCI (Rp 50,9 miliar). Saham-saham yang mengalami pergerakan utama adalah AMMN, APIC, dan EMAS, sedangkan saham-saham yang mengalami pergerakan lebih lambat adalah DSSA, ASII, dan BMRI.
Pagi ini, KOSPI (+0,73%) dibuka lebih tinggi, sementara Nikkei (-0,49%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun karena tekanan penjualan asing yang berkelanjutan,” demikian hasil riset.
