TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Melemah, Tertekan Saham Big Caps di Tengah Ramainya Transaksi

Agus Haryanto
28 April 2026 | 16:27
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan (IHSG) PT Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/4/2026), seiring tekanan jual yang terjadi di sejumlah saham berkapitalisasi besar.

IHSG terkoreksi 0,48% atau turun 34,12 poin ke level 7.072,39. Pelemahan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang masih cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 31,61 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp17,10 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sekitar 1,32 juta kali sepanjang sesi perdagangan.

Secara sektoral, tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan dan komoditas.

Beberapa saham yang menjadi penggerak utama pelemahan indeks antara lain:

  • Saham Bank Central Asia (BBCA) turun Rp125 ke level Rp9.175 per saham
  • Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah Rp80 ke posisi Rp5.575
  • Saham Bank Mandiri (BMRI) turun Rp150 ke level Rp6.325
  • Saham Telkom Indonesia (TLKM) terkoreksi Rp90 ke Rp3.850
  • Saham Amman Mineral Internasional (AMMN) turun Rp250 ke posisi Rp6.750

Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang mencoba menahan laju penurunan IHSG, seperti:

  • Saham Astra International (ASII) naik Rp50 ke Rp5.200
  • Saham Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) menguat Rp75 ke Rp11.025

Analisis

Pelemahan IHSG pada sesi ini mencerminkan kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari eksternal, pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung setelah penguatan dalam beberapa hari sebelumnya, terutama pada saham perbankan yang sudah berada di level relatif tinggi.

Selain itu, sentimen global turut mempengaruhi, khususnya kehati-hatian investor menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat serta arah kebijakan suku bunga bank sentral global.

Dari dalam negeri, tekanan pada saham perbankan menjadi faktor dominan mengingat sektor ini memiliki bobot besar terhadap indeks. Koreksi pada BBCA, BBRI, dan BMRI secara kolektif memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan IHSG.

BACA JUGA:   IHSG Diproyeksikan Positif

Namun demikian, likuiditas pasar yang masih tinggi—tercermin dari nilai transaksi Rp17,10 triliun dan frekuensi yang menembus 1 juta kali—menunjukkan minat investor tetap terjaga. Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan yang terjadi cenderung bersifat teknikal, bukan karena perubahan fundamental yang signifikan.

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi, sambil menunggu sentimen baru baik dari global maupun domestik. Investor disarankan untuk mencermati saham-saham dengan fundamental kuat yang berpotensi rebound setelah koreksi.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Andalkan BUMN-APBN, ASLI Targetkan Perolehan Kontrak hingga Rp710 Miliar

Next Post

CBUT Catatkan Laba Bersih Rp45,97 Miliar di Kuartal I

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR