Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan turun hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Rabu (29/4/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Akan Turun Hari Ini.
Pasar AS ditutup lebih rendah pada hari Selasa (28 April): Dow -0,05%, S&P 500 -0,49%, dan Nasdaq -0,90%. Kemarin, Wall Street ditutup lebih rendah akibat aksi jual sektor teknologi, yang dipicu oleh kekhawatiran atas pertumbuhan OpenAI. Imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik 0,60 bps menjadi 4,346%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,15% menjadi 98,64.
Pasar komoditas juga ditutup sebagian besar lebih tinggi pada hari Selasa (28 April): Minyak mentah WTI naik 3,69% menjadi USD 99,93/bbl, minyak mentah Brent naik 2,80% menjadi USD 111,26/bbl, batu bara turun 0,76% menjadi USD 131,25/ton, CPO naik 1,84% menjadi MYR 4.536/ton, dan emas turun 1,82% menjadi USD 4.597/oz.
Pasar Asia ditutup lebih rendah pada hari Selasa (28 April): Hang Seng turun 0,95%, Nikkei turun 1,02%, dan Shanghai turun 0,19%.
JCI turun 0,48% menjadi 7.072,39, dengan penjualan bersih asing sebesar Rp 2.347,6 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 1.243,3 miliar di pasar reguler dan penjualan bersih Rp 1.104,3 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat pada BMRI (Rp 350,7 miliar), BBCA (Rp 170,3 miliar), dan BBRI (Rp 136,8 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat pada INCO (Rp 54,0 miliar), BBNI (Rp 33,9 miliar), dan ELSA (Rp 31,2 miliar). Pergerakan teratas dipimpin oleh CASA, SMMA, dan BBRI, sementara pergerakan terlemah dipimpin oleh AMMN, DSSA, dan TPIA.
Pagi ini, baik KOSPI (-0,23%) maupun Nikkei (-1,02%) dibuka lebih rendah. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan turun akibat tekanan penjualan asing yang terus berlanjut,” demikian hasil riset.
