TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal I, Astra Grup Catatkan Laba Bersih Anjlok 16%

Busthomi
4 May 2026 | 11:35
rubrik: Capital Market
Penjualan Mobil Astra Group Turun 3,74 Persen

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Astra International Tbk (IDX: ASII) baru saja melaporkan kinerja keuangan untuk kuartal I-2026.

Tercatat, laba bersih Grup mencapai Rp5,9 triliun, 16% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

“Pada kuartal pertama tahun 2026, laba Grup menurun terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi,” ujar Presiden Direktur ASII, Rudy dalam keterangannya kepada media, dikutip Senin (4/5/2026).  

Namun, bisnis-bisnis lainnya, kata dia, mencatatkan kinerja yang lebih baik, sehingga dapat mengimbangi sebagian dari penurunan tersebut.

“Sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham, Astra melanjutkan pelaksanaan program pembelian kembali saham pada kuartal pertama tahun ini, dimana sampai saat ini, total pembelian kembali saham yang telah direalisasikan adalah sebesar Rp2,7 triliun,” ujarnya.

PT United Tractors Tbk (UT) juga melanjutkan program pembelian kembali saham mereka pada kuartal pertama tahun ini. Sejak program tersebut dimulai pada bulan November 2025, total pembelian kembali saham mencapai Rp3,0 triliun.

“Ke depan, kondisi pasar diperkirakan masih akan menantang di tengah ketegangan geopolitik. Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan,” kata Rudy lagi.

Kinerja

Pendapatan bersih konsolidasian Grup pada kuartal pertama tahun 2026 adalah sebesar Rp78,7 triliun, 6% lebih rendah dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2025. Laba bersih Grup mencapai Rp5,9 triliun, 16% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025.

Hal ini disebabkan oleh kinerja yang lebih rendah dari divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, terutama akibat kontribusi dari bisnis pertambangan emas yang minim, serta volume yang lebih rendah di bisnis alat berat dan bisnis jasa penambangan.

BACA JUGA:   Laba Bersih Melonjak 133%, ERAA Catat Penjualan Neto Rp22,4 Triliun

Selain itu, pada periode ini, Grup mencatat beberapa non-recurring charges dan penyesuaian nilai wajar atas investasi-investasi ekuitas. Tanpa memperhitungkan hal ini, laba bersih Grup turun 8% menjadi Rp6,8 triliun.

Kegiatan Bisnis

Laba bersih Grup berdasarkan divisi bisnis pada kuartal pertama tahun 2026, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dimuat dalam tabel di bawah:

  • Otomotif & Mobilitas

Laba bersih divisi Otomotif & Mobilitas Grup meningkat 4% menjadi Rp2,4 triliun dari Rp2,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu, didukung oleh kinerja bisnis mobilitas dan komponen, meskipun volume penjualan mobil lebih rendah. Selama periode tersebut, divisi ini mencatatkan kerugian nilai wajar atas investasi ekuitas sebesar Rp241 miliar yang terkait dengan GoTo, dibandingkan Rp456 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Tanpa memperhitungkan kerugian nilai wajar, laba bersih divisi ini pada kuartal pertama 2026 sebesar Rp2,6 triliun, lebih rendah 4% dibandingkan kuartal pertama tahun 2025 sebesar Rp2,7 triliun.

  • Jasa Keuangan

Laba bersih divisi Jasa Keuangan Grup meningkat 6% menjadi Rp2,3 triliun, disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dengan nilai portofolio pembiayaan yang meningkat.

  • Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi

Laba bersih divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi & Energi menurun 79% menjadi Rp408 miliar. Pada periode ini, UT mengakui non-recurring charges sebesar Rp723 miliar pada bisnis nikel dan pembangkit listrik panas bumi. Tanpa memperhitungkan hal ini, laba bersih divisi ini turun 42% menjadi Rp1,1 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan kinerja terutama disebabkan tidak adanya penjualan emas dari Tambang Emas Martabe dan dampak terhadap permintaan pelanggan atas alat berat dan jasa kontraktor pertambangan akibat alokasi RKAB batu bara nasional yang lebih rendah pada tahun 2026.

  • Agribisnis
BACA JUGA:   Ekonomi Tumbuh, Penjualan Mobil Astra Naik Jadi 48.608 Unit

Laba bersih divisi Agribisnis Grup meningkat 35% menjadi Rp298 miliar, terutama didorong oleh peningkatan penjualan minyak kelapa sawit mentah (“CPO”) dan produk turunannya sebesar 6% menjadi 457.000 ton, dengan harga CPO yang relatif stabil yaitu Rp14.556/kg. 

  • Infrastruktur

Divisi Infrastruktur Grup mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 32% menjadi Rp343 miliar, disebabkan oleh tarif jalan tol yang lebih tinggi dan peningkatan volume lalu lintas. Konsesi jalan tol Grup mencatatkan peningkatan pendapatan harian sebesar 14%.

  • Teknologi Informasi

Divisi Teknologi Informasi Grup mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 47% menjadi Rp53 miliar, disebabkan oleh pendapatan yang lebih tinggi dari bisnis solusi teknologi informasi serta peningkatan marjin usaha.

  • Properti

Divisi Properti Grup melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 145% menjadi Rp115 miliar, terutama berasal dari aset-aset gudang industri yang baru diakuisisi. 

Pada bulan Maret 2026, Astra mengumumkan tahap ketiga program pembelian kembali saham dengan nilai maksimum sebesar Rp2,0 triliun dengan periode pelaksanaan dari 16 Maret hingga 15 Juni 2026.

Pada bulan April 2026, UT mengumumkan tahap ketiga program pembelian kembali saham dengan nilai maksimum sebesar Rp2,0 triliun dengan periode pelaksanaan dari 1 April hingga 30 Juni 2026

Kedua program tersebut dilakukan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Program-program ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek Grup dan kemampuannya dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, serta mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal.

Ke depan, kondisi pasar diperkirakan masih akan menantang di tengah ketegangan geopolitik. Kami akan terus mengelola tantangan jangka pendek secara cermat dan disiplin, dengan tetap fokus dalam menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan.

Tags: asiikinerja kuartalanPT Astra International Tbk
Previous Post

HMSP Umumkan Pengunduran Diri Direktur

Next Post

Tambah Kapasitas Produksi, Penjualan CLEO Tumbuh 15,8%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR