TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kuartal I, PDRA Bukukan Laba Bersih Melejit 150%

Busthomi
4 May 2026 | 11:52
rubrik: Capital Market
Kuartal I, PDRA Bukukan Laba Bersih Melejit 150%

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness — PT Prodia Widyahusada Tbk (IDX: PRDA), penyedia layanan laboratorium medis dan klinik terdepan di Indonesia, mengawali tahun 2026 dengan kinerja yang solid dan tetap resilien di tengah dinamika ekonomi-politik global.

Pada Kuartal I 2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp501,4 milliar dengan peningkatan sebesar 3,8% secara tahunan (YoY).

Pendapatan Perseroan pada periode ini tetap ditopang oleh kontribusi utama dari segmen tes rutin dan tes esoterik yang menunjukan permintaan yang berkelanjutan, menjadikan Kuartal I 2026 menghasilkan pendapatan kuartal pertama tertinggi dalam 2 tahun terakhir.

Sejalan dengan pergerakan pendapatan, beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp229,3 miliar, dengan perubahan sebesar 4,4% YoY. Kenaikan beban ini sejalan dengan kenaikan visit dan volume tes pemeriksaan yang mencerminkan tingginya permintaan tes diagnostik serta didukung dengan peningkatan penjualan tes rutin dan tes esoterik yang optimal di Kuartal I.

Dengan demikian, laba bersih Perseroan pada Kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp17,9 miliar, dengan pertumbuhan sebesar 150,1% YoY. Pertumbuhan laba bersih Perseroan pada Kuartal I-2026 didorong oleh peningkatan pendapatan serta optimalisasi harga pokok penjualan dan biaya operasional.

Sepanjang 2026, Perseroan akan tetap fokus menjaga margin laba melalui efisiensi biaya yang lebih ketat, sambil memastikan seluruh operasi berjalan secara optimal.

Dari sisi arus kas, arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp 112,2 miliar. Pergerakan ini mencerminkan dinamika operasional Perseroan serta pengelolaan modal kerja yang tetap terjaga secara prudent dalam mendukung keberlangsungan bisnis.

Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas investasi tercatat sebesar Rp62,8 miliar, seiring dengan pengeluaran untuk pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

BACA JUGA:   Catatkan Pendapatan Rp8,29 Triliun, SIG Buktikan Resiliensi di Tengah Tantangan Industri

Perseroan terus menunjukan posisi keuangan yang solid hingga Kuartal I 2026, dengan total aset mencapai Rp2,6 triliun. Pencapaian ini mencerminkan kapasitas Perseroan dalam mengelola sumber daya secara optimal serta menjaga ketahanan finansial di tengah dinamika global. Dari sisi struktur permodalan, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp263,5 milliar, sementara total ekuitas mencapai Rp2,4 triliun.

Tingkat likuiditas Perseroan tetap terjaga, mencerminkan kemampuan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek secara tepat waktu serta menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung operasional dan ekspansi usaha.

Komposisi ini mencerminkan profil leverage yang sehat dan fondasi permodalan yang kuat, didukung oleh likuiditas yang terjaga sehingga Perseroan mampu memenuhi kewajiban jangka pendek serta menjaga fleksibilitas keuangan untuk mendukung operasional dan ekspansi.

Dalam menjaga struktur keuangan yang sehat, Perseroan secara konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian melalui pengelolaan komposisi liabilitas dan ekuitas secara optimal. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi biaya modal sekaligus memperkuat fleksibilitas keuangan dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan.

Ke depan, Perseroan tetap berkomitmen untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan melalui inovasi layanan, peningkatan kualitas diagnostik, serta pengelolaan operasional yang efisien, seiring dengan prospek positif industri layanan kesehatan di Indonesia.

Liana Kuswandi selaku Direktur Utama Prodia, menyampaikan, kuartal I 2026 menjadi referensi awal bagi Perseroan dalam melihat prospek sektor layanan laboratorium kesehatan, dengan mencermati tren musiman selama Ramadan dan Idul Fitri yang memengaruhi pola konsumsi, serta direspons melalui inisiatif peningkatan kesadaran kesehatan seperti kampanye #TenangKarenaTau.

“Di sisi lain, Perseroan juga memantau eskalasi konflik geopolitik global, namun hingga saat ini hal tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional dan tetap diantisipasi secara prudent,” ujar dia, dikutip Senin (4/5/2026).

BACA JUGA:   Prodia Catat Pendapatan Rp2,28 Triliun di 2025, Perkuat Layanan Precision Medicine dan Ekspansi Specialty Clinic di 2026

Untuk mendorong kinerja positif ke depannya, Perseroan mengakselerasi strategi utama melalui penguatan ekosistem digital, optimalisasi layanan dan mengembangkan precision medicine melalui specialty clinics seperti stem cell, autoimmune & allergy, dan longevity. Kami baru saja meresmikan Integrative Autoimmune & Allergy Clinics di Gading Serpong Tangerang dan Stemcell Clinic di Pondok Indah, Jakarta. “Selain itu, kami juga terus meningkatkan layanan diagnostik kompleks, seperti tes esoterik, genomik, dan multiomics. Upaya ini didukung oleh peningkatan produktivitas jaringan, kolaborasi strategis, dan ekspansi selektif guna menjaga pertumbuhan dan menciptakan nilai berkelanjutan,” ujar Liana.

Tags: kinerja kuartalanPRDAPT Prodia Widyahusada Tbk
Previous Post

Tambah Kapasitas Produksi, Penjualan CLEO Tumbuh 15,8%

Next Post

Bidik Perluasan Pasar Global, SIG Tuntaskan Proyek Pengembangan Dermaga di Tuban

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR