Jakarta, TopBusiness – PT Trisula Textile Industries Tbk (IDX: BELL) tetap mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026 meski daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. Emiten penyedia kain, seragam, dan produk fashion ini berhasil membukukan lonjakan penjualan pada segmen seragam yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan penjualan.
Sepanjang periode Januari–Maret 2026, BELL mencatatkan penjualan sebesar Rp 153,28 miliar, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 151,41 miliar. Sementara itu, laba bersih perseroan tumbuh 22% menjadi Rp 4,16 miliar.
Di tengah kondisi pasar yang masih menantang, segmen seragam justru mencatatkan lonjakan signifikan. Penjualan dari segmen ini mencapai Rp 40,11 miliar atau meningkat tajam hingga 209% secara tahunan (year-on-year/YoY), mencerminkan tingginya permintaan dari pasar korporasi dan institusi.
Adapun segmen manufaktur tetap menjadi kontributor terbesar dengan penjualan sebesar Rp90,24 miliar, tumbuh 3% YoY.
Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja, mengatakan capaian kinerja pada awal tahun ini menjadi sinyal positif bagi perseroan untuk menjaga tren pertumbuhan hingga akhir tahun.
“Kami bersyukur BELL mencatatkan kinerja positif di awal tahun ini. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” ujarnya dalam keterangannya yang dikutip Senin (4/5/2026).
Manajemen mengakui bahwa kondisi daya beli masyarakat masih belum sepenuhnya stabil. Namun demikian, perseroan tetap optimistis dengan memanfaatkan peluang dari segmen seragam, khususnya dari kebutuhan korporasi dan institusi.
Untuk menangkap peluang tersebut, BELL mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik garmen di Solo, serta memperkuat pipeline kontrak yang saat ini tengah dalam tahap produksi dan diharapkan dapat menopang kinerja ke depan.
Selain itu, perseroan juga terus mendorong peningkatan kualitas dan inovasi produk. Upaya ini dilakukan melalui peremajaan mesin produksi secara bertahap, serta pengembangan riset dan desain melalui Trisula Innovation Center (TIC) sebagai platform kolaboratif.
Dengan strategi tersebut, BELL menargetkan dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing di tengah kondisi pasar yang masih dibayangi tekanan daya beli.
