Jakarta, TopBusiness – Di pasar saham, melalui PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta Composite Index (JCI) atau indeks harga saham gabungan diperkirakan bergerak sideways hari ini.
Melalui laman website samuel.co.id, tim riset Samuel Sekuritas Indonesia pada Senin (4/5/2026) menjelaskan bahwa JCI Diperkirakan Bergerak Sideways Hari Ini.
Pasar AS sebagian besar ditutup lebih rendah pada hari Senin (4 Mei): Dow -1,43%, S&P 500 -0,11%, dan Nasdaq +0,70%. Dow turun 550 poin karena kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan dengan Iran memicu kekhawatiran pasar. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun meningkat 1,55% menjadi 4,438%, sementara Indeks Dolar AS naik 0,32% menjadi 98,37.
Pasar komoditas juga sebagian besar ditutup lebih tinggi pada hari Senin (4 Mei): Minyak mentah WTI naik 1,28% menjadi USD 106,42/bbl, minyak mentah Brent naik 0,38% menjadi USD 114,44/bbl, batu bara naik 3,88% menjadi USD 139,20/ton, CPO naik 1,14% menjadi MYR 4.622/ton, dan emas turun 2,08% menjadi USD 4.522/oz.
Pasar Asia ditutup beragam pada hari Senin (4 Mei): Hang Seng naik 1,24%, Nikkei turun 0,21%, dan Shanghai tutup.
JCI naik 0,22% menjadi 6.971,95, dengan pembelian bersih asing sebesar Rp 1.921,4 miliar, terdiri dari penjualan bersih Rp 791,2 miliar di pasar reguler dan pembelian bersih Rp 2.712,6 miliar di pasar negosiasi. Penjualan bersih asing terbesar di pasar reguler tercatat di BMRI (Rp 316,8 miliar), GOTO (Rp 172,7 miliar), dan BBCA (Rp 147,3 miliar), sementara pembelian bersih asing terbesar terlihat di TINS (Rp 91,6 miliar), BRPT (Rp 74,0 miliar), dan BBNI (Rp 41,9 miliar). Saham-saham yang paling banyak mengalami pergerakan adalah TLKM, BBRI, dan BREN, sedangkan saham-saham yang paling sedikit mengalami pergerakan adalah DSSA, GOTO, dan TPIA.
Pagi ini, baik KOSPI maupun Nikkei ditutup. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan bergerak mendatar, didukung oleh sentimen yang beragam dari pasar global dan regional,” demikian hasil riset.
