Jakarta, TopBusiness – PT Adi Sarana Armada Tbk (IDX: ASSA) mempercepat ekspansi bisnis logistik melalui penambahan kapasitas gudang dan digitalisasi sistem pengiriman pada awal 2026. Meski langkah ini mendorong kenaikan biaya operasional pada kuartal I 2026, langkah ini ke depan akan memperkuat efisiensi operasional serta menopang pertumbuhan bisnis jangka panjang perseroan.
Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto, mengatakan ekspansi difokuskan pada penguatan layanan logistik end-to-end untuk klien B2B, sekaligus meningkatkan efisiensi jangka panjang. Investasi infrastruktur, termasuk gudang dan sistem digital, menjadi prioritas utama perseroan tahun ini.
Dengan langkah ekspansi tersebut, ASSA mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan menjadi Rp 1,08 triliun dari Rp967,21 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp225,05 miliar dari Rp182,45 miliar, sejalan dengan penambahan kapasitas operasional dan tenaga kerja.
Kenaikan biaya ini berdampak pada laba bersih yang tercatat Rp141,45 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp143,76 miliar pada kuartal I 2025.
Di sisi lain, ekspansi tersebut tetap mendorong pertumbuhan kinerja top line. ASSA membukukan pendapatan Rp1,54 triliun pada kuartal I 2026, naik 11% secara tahunan dari Rp1,39 triliun. Pertumbuhan ditopang oleh penguatan bisnis logistik serta kontribusi stabil dari lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas.
“Penguatan pilar bisnis logistik serta performa stabil di lini rental korporasi dan penjualan kendaraan bekas menjadi penggerak utama pertumbuhan pendapatan Perseroan periode ini,” ujar Prodjo dalam keterangannya yang dikutip Selasa (5/5/2026).
Dalam menghadapi dinamika geopolitik global, ASSA menegaskan akan tetap menjalankan ekspansi secara terukur dengan fokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas layanan. Perseroan juga menargetkan integrasi ekosistem logistik untuk meningkatkan efisiensi operasional ke depan.
Sementara itu, lini bisnis lain seperti ASSA Rent serta ekosistem kendaraan bekas melalui Caroline.id, JBA, dan MotoGadai tetap menjadi penopang kinerja. Caroline.id mulai mencapai titik impas (BEP), meski bisnis lelang JBA masih menghadapi tekanan akibat penurunan penjualan mobil baru dan ketatnya pembiayaan.
ASSA menilai investasi infrastruktur yang dilakukan saat ini akan menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan, meski berdampak pada peningkatan biaya dalam jangka pendek.
