TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laba Terkerek 53%, PJHB Perkuat Bisnis Sewa Kapal di Kuartal II

Busthomi
5 May 2026 | 13:39
rubrik: Capital Market
Laba Terkerek 53%, PJHB Perkuat Bisnis Sewa Kapal di Kuartal II

Salah satu kapal milik PJHB. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (IDX: PJHB), emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) di akhir tahun lalu menyebutkan untuk kinerja keuangan di kuartal I-2026 lalu berjalan positif.

Hal ini sepeti disebutkan oeh Corporate Secretary PJHB, Cinthya kepada TopBusiness, di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

“Kami mencatatkan, secara rasio untuk kinerja kuartal I-2026 meningkat sekitar 53% dibanding kuartal I-2025. Peningkatan ini terjadi di pos laba bersih,” kata dia.

Di tahun lalu, mengutip prospectus IPO, hingga 30 April 2025, PJHB membukukan laba bersih Rp5,9 miliar, turun dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar Rp7,6 miliar. Dan sepanjang 2024, PJHB mencetak laba bersih Rp17,2 miliar, kemudian 2023 sebesar Rp22,3 miliar, dan 2022 senilai Rp18,6 miliar.

Secara bisnis, kata dia, kendati saat ini harga bahan bakar tengah naik karena terimbas konflik geopolitik Timur Tengah, namun tidak menjadi beban di Perseroan. “Karena sejauh ini, PJHB kebetulan masih memegang kontrak time charter untuk tiga kapal. Nah, kalau system time charter itu, kami beli bahan bakar (solar), justru si penyewa yang membeli,” tegas dia.

Untuk diketahui, di sektor perkapalan, time charter adalah jenis perjanjian sewa kapal di mana penyewa menyewa kapal untuk periode waktu tertentu. Berbeda dengan sewa berdasarkan perjalanan atau muatan, dalam time charter, pembayaran sewa didasarkan pada durasi penyewaan.

Di tengah ancaman krisis energi akibat perang AS dan Israel melawan Iran dengan ditutupnya Selat Hormuz, kata dia, justru tak menjadi beban di Perseroan. Justru sekarang permintaan meningkat karena proyek minyak dan gas (migas) sedang naik juga. Makanya kemunginan bulan depan aka nada time charter kapal lagi.

BACA JUGA:   Pasar Sekuritisasi Aset Perlu Diintensifkan

“Saat ini PJHB memegang kontrak time charter sebanyak tiga kapal, tapi bulan depan akan ada kontrak baru jadi kemungkinan pertengahan tahun ini sudah ada empat kapal kita yang time charter,” jelas dia.

Adapun untuk bisa memperluas bisnis perkapalan, saat ini Perseroan juga sedang berusaha mempercepat pembangunan tiga kapal. “Nanti akan kami informasikan status 3 kapal baru [saat public expose] itu, kemungkinan akhir tahun ini selesai,” pungkas dia.

Tags: bisnis sewa kapalPJHBPT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk
Previous Post

Perkuat Pengendalian Banjir di Maluku Utara, Sabo Dam dan Tanggul Sungai Dibangun Tahun 2026

Next Post

Rupiah Ambruk ke Rp17.440, BI Klaim Masih Sejalan dengan Mata Uang Emerging Market  

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR