TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rupiah Ambruk ke Rp17.440, BI Klaim Masih Sejalan dengan Mata Uang Emerging Market  

Busthomi
5 May 2026 | 14:10
rubrik: Ekonomi
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Bank Indonesia (BI) mengaku, akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI Erwin Gunawan Hutapea menyampaikan, pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

“Untuk Philippine Peso melemah sebesar 6,58%, Thailand Baht melemah 5,04%, India Rupee melemah 4,32%. Demikian pula dengan Chile Peso turun 4,24%, Indonesia Rupiah turun 3,65%, dan Korea Won juga turun 2,29%,” tutur dia dalam keterangan resminya, Selasa (5/52026).

Saat ini, hingga siang pukul 13.50 WIB, rupiah terhadap dollar AS kian terdepreasi ke poisisi Rp17.440. Sementara di awal perdagangan Senin (4/5/2026) kemarin, posisi rupiah berada di level Rp17.340. Adapun dalam lima hari ini, rupiah juga masih terlihat terkapar. Pada Rabu (29/4/2026), rupiah dibuka di Rp17.290.

Kata Erwin, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.

“Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global,” tandas dia.

Untuk itu, Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

BACA JUGA:   Wamenkeu Sosialisasikan PMK 85/2020
Tags: biemerging marketnilai tukar rupiahrupiah
Previous Post

Laba Terkerek 53%, PJHB Perkuat Bisnis Sewa Kapal di Kuartal II

Next Post

Kolaborasi Lintas Kementerian Entaskan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan UMKM dan Ekraf

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR