Jakarta, TopBusiness – Emiten beton pracetak, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) terus mengukuhkan perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia dan Asia Tenggara. Emiten pelat merah ini tetap menjadi proxy utama bagi para investor dalam membaca arah belanja infrastruktur serta tren pemulihan sektor konstruksi nasional yang tengah dikebut pemerintah.
Menjelang pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 13 Mei mendatang, saham WTON mencatatkan pergerakan positif di lantai bursa. Pada perdagangan 4 Mei 2026, volume transaksi melonjak drastis hingga menyentuh angka 143,77 juta saham.
Pergerakan ini sempat mendorong harga saham ke level Rp99 per lembar, menandakan tingginya minat pasar terhadap prospek bisnis WIKA Beton. Lonjakan tersebut menimbulkan pertanyaan dari BEI, sehingga WIKA Beton menegaskan pada keterbukaan informasinya bahwa aktivitas pasar tersebut sepenuhnya merupakan reaksi investor dan saat ini belum ada rencana aksi korporasi baru selain RUPST.
Dari sisi fundamental, WIKA Beton masih menunjukkan resiliensi dengan struktur keuangan yang solid, mencakup total aset senilai Rp6,291 triliun dan ekuitas sebesar Rp3,686 triliun, dan membukukan pendapatan usaha sebesar Rp677 miliar pada Kuartal I 2026. Pasar nampaknya mulai menakar potensi pemulihan kinerja seiring dengan upaya manajemen dalam menjaga disiplin biaya dan mengoptimalkan perolehan kontrak baru.
Optimisme terhadap keberlanjutan bisnis WTON diprediksi akan terus menguat seiring dengan momentum percepatan proyek strategis nasional. Dengan kapabilitas teknis yang mumpuni dalam menopang proyek transportasi hingga konstruksi skala besar.
