Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (11/5/2026). IHSG turun 63,77 poin atau 0,92 persen ke level 6.905,62.
Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan jual yang melanda sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan, energi, dan saham konglomerasi. Aktivitas perdagangan saham sepanjang hari terpantau cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 41,09 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp20,32 triliun.
Mayoritas saham ditutup di zona merah seiring meningkatnya aksi profit taking investor setelah penguatan pasar dalam beberapa waktu terakhir. Tekanan jual juga dipengaruhi sentimen eksternal terkait kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan pergerakan harga komoditas yang cenderung fluktuatif.
Saham-saham unggulan menjadi penekan utama pergerakan IHSG. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami pelemahan sekitar 8 persen ke posisi sekitar Rp5.750 per saham. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga terkoreksi sekitar 8 persen menjadi sekitar Rp31.050 per saham.
Sementara itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun sekitar 5,1 persen ke level Rp5.575 per saham. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah sekitar 5 persen ke posisi Rp7.125 per saham.
Berikut pergerakan sejumlah saham yang menjadi sorotan pada perdagangan Senin:
| Kode Saham | Emiten | Perubahan | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| BMRI | Bank Mandiri | Turun 8% | Rp5.750 |
| DSSA | Dian Swastatika Sentosa | Turun 8% | Rp31.050 |
| BREN | Barito Renewables Energy | Turun 5,1% | Rp5.575 |
| TPIA | Chandra Asri Pacific | Turun 5% | Rp7.125 |
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham lapis dua dan tiga justru mencatat penguatan signifikan. Saham PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) melonjak 34,67 persen ke level Rp202 per saham. Saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) naik 34,62 persen menjadi Rp140 per saham, sedangkan saham PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) menguat 34,16 persen ke posisi Rp216 per saham.
Selain itu, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) naik 20 persen ke level Rp9.000 per saham dan saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menguat 17,95 persen menjadi Rp138 per saham.
Berikut daftar saham dengan penguatan tertinggi:
| Kode Saham | Emiten | Kenaikan | Harga Penutupan |
|---|---|---|---|
| DPUM | Dua Putra Utama Makmur | +34,67% | Rp202 |
| DFAM | Dafam Property Indonesia | +34,62% | Rp140 |
| LABS | UBC Medical Indonesia | +34,16% | Rp216 |
| MORA | Mora Telematika Indonesia | +20,00% | Rp9.000 |
| MEDS | Hetzer Medical Indonesia | +17,95% | Rp138 |
Secara sektoral, saham energi dan keuangan menjadi sektor dengan tekanan terdalam pada perdagangan hari ini. Investor cenderung mengurangi eksposur pada saham-saham berbasis komoditas dan perbankan besar, sehingga memicu koreksi indeks lebih lanjut.
Dari sisi teknikal, posisi IHSG saat ini berada di area support psikologis 6.900. Apabila tekanan jual masih berlanjut, indeks berpotensi bergerak menuju level support berikutnya di kisaran 6.850 hingga 6.800. Namun jika terjadi rebound, IHSG berpeluang kembali menguji area resistance di level 6.980 hingga 7.000.
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati arah suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta aliran dana asing dalam menentukan arah pergerakan IHSG pada perdagangan selanjutnya.
Data AI
