Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa pagi dibuka menguat 41,23 poin atau 0,60 persen ke posisi 6.946,85.
Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut dibuka naik 1,43 poin atau 0,21 persen ke level 670,06.
Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi investor terpantau cukup ramai. Volume perdagangan tercatat mencapai sekitar 1,64 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp515 miliar dan frekuensi perdagangan sebanyak 114.325 kali transaksi.
Pergerakan pasar didominasi oleh saham-saham yang bergerak variatif. Tercatat sebanyak 178 saham menguat, 283 saham melemah, dan 195 saham stagnan pada awal sesi perdagangan.
Penguatan IHSG ditopang oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat ke posisi Rp8.900 per saham, sedangkan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik ke level Rp4.700 per saham. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga bergerak positif di kisaran Rp5.300 per saham.
Selain sektor perbankan, saham telekomunikasi dan komoditas turut menopang penguatan indeks. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) naik ke level Rp3.000-an per saham. Di sektor pertambangan, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ikut bergerak di zona hijau seiring meningkatnya minat investor terhadap saham berbasis komoditas.
Di sisi lain, beberapa saham teknologi dan saham lapis kedua masih mengalami tekanan akibat aksi ambil untung investor setelah penguatan pada perdagangan sebelumnya.
Analis pasar modal menilai penguatan IHSG pada awal perdagangan dipengaruhi sentimen positif dari pasar global setelah pelaku pasar merespons optimisme terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat yang dinilai lebih stabil. Kondisi tersebut mendorong minat investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham negara berkembang seperti Indonesia.
Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah dan masuknya aliran dana asing ke saham-saham unggulan domestik turut menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG. Investor asing masih cenderung memburu saham sektor perbankan karena dinilai memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan kinerja yang solid.
Meski dibuka di zona hijau, pelaku pasar tetap mewaspadai potensi volatilitas perdagangan sepanjang hari seiring adanya aksi profit taking jangka pendek serta dinamika eksternal terkait pergerakan harga komoditas dan perkembangan ekonomi global.
Data AI
