Jakarta, TopBusiness – Badan Standardisasi Nasional (BSN) resmi meluncurkan program SNI Goes To Campus bertajuk “Kampus Berdampak: Lulusan Siap Bersaing di Dunia Kerja” pada Selasa (5/5/2026) secara daring.
Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran standardisasi dan penilaian kesesuaian sebagai faktor kunci dalam meningkatkan daya saing nasional, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah melalui program Kampus Berdampak.
Plt. Kepala BSN, Kristianto Y. Widiwardono, menyampaikan bahwa program SNI Goes To Campus tidak sekadar memperkenalkan standardisasi kepada generasi muda, tetapi juga membangun pemahaman bahwa standar merupakan bagian penting dalam transformasi pendidikan yang berkualitas.
“BSN meyakini bahwa perguruan tinggi merupakan hulu dari kualitas SDM Indonesia. Lulusan yang memiliki pemahaman standardisasi akan memiliki nilai tambah untuk menembus ketatnya persaingan dunia usaha. Pemahaman ini menjadi bekal penting untuk menjembatani hasil pembelajaran di kampus dengan kebutuhan nyata di dunia industri,” ungkap Kris.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Junaidi Khotib, menekankan pentingnya keseimbangan antara kompetensi dan relevansi lulusan. Menurutnya, kompetensi unggul saja tidak cukup tanpa didukung relevansi dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga lulusan mampu beradaptasi dan memberikan kinerja terbaik.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University, Deni Noviana, menyampaikan komitmen perguruan tinggi, khususnya IPB University, dalam mencetak generasi unggul yang sadar standar. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat literasi SNI serta mengintegrasikannya ke dalam kurikulum. “Standardisasi bukan hanya regulasi, melainkan investasi strategis bagi mutu pendidikan dan masa depan lulusan kita,” tegasnya.
Dari sisi industri, Pioniza Ardi dari perwakilan SBU Sertifikasi & Eco Framework PT SUCOFINDO, mengingatkan bahwa keamanan produk berawal dari standar. Ia menilai, pemahaman standar sejak dini merupakan investasi karier jangka panjang, terutama di era industri 4.0 yang menuntut kombinasi kemampuan teknis dan pemahaman regulasi.
“Memahami standar membuat fresh graduate tidak hanya tahu cara bekerja, tetapi juga memahami cara bekerja dengan benar, konsisten, dan sesuai sistem,” jelasnya.
Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian (PPSPK) BSN, Nur Hidayati, menjelaskan bahwa program SNI Goes To Campus akan dilaksanakan di 34 perguruan tinggi di Indonesia, baik secara daring maupun luring, pada periode Mei hingga Oktober 2026. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talkshow dan kompetisi poster standardisasi mahasiswa, serta melibatkan kolaborasi dengan 19 industri penerap SNI.
Melalui program ini, Sucofindo mendukung BSN dalam keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam penerapan standar, sekaligus mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi dan pemahaman standardisasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
