Program CSR “UMKM Perkasa” milik PT Putra Perkasa Abadi Site Adaro Indonesia tak sekadar memberi bantuan usaha. Lewat pendampingan intensif, pelatihan, hingga penguatan pemasaran, puluhan pelaku UMKM di Tabalong, Kalimantan Selatan, mulai naik kelas dan menemukan harapan baru di tengah ketatnya persaingan pasar.
Jakarta, TopBusiness – Di sebuah ruang virtual penjurian TOP CSR Awards 2026, Rabu (13/5/2026), kisah tentang penguatan ekonomi rakyat dari Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mengemuka. Bukan tentang angka investasi besar ataupun ekspansi industri tambang, melainkan tentang bagaimana usaha kecil di daerah perlahan bangkit melalui program pemberdayaan yang dijalankan secara konsisten.
PT Putra Perkasa Abadi (PPA) Site Adaro Indonesia tampil mempresentasikan program bertajuk “UMKM Perkasa: Penguatan Ekonomi Lokal melalui Pemberdayaan UMKM”. Program ini menjadi salah satu inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam sesi penjurian tersebut, Arief Ahmad Fauzi selaku Group Leader CSR PT Putra Perkasa Abadi memaparkan strategi perusahaan dalam membangun ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Ia didampingi Singgieh Prananda selaku Section Head dan M. Rizky Noor Fauzi sebagai Media Crew.
Sementara itu, dewan juri terdiri atas Thendri Supriatno dari Masyarakat Investor Independen, Febrizal Effendi dari Aspiluki, Nurdizal M. Rachman dari CoreBest Indonesia, serta Teguh Imam Suyudi dari TopBusiness.
Dari Tambang ke Pemberdayaan
Sebagai perusahaan kontraktor jasa pertambangan mineral dan batu bara, PT Putra Perkasa Abadi sejatinya tidak diwajibkan menjalankan CSR berbasis wilayah. Namun perusahaan memilih melangkah lebih jauh dengan membangun program sosial yang berorientasi pada keberlanjutan.
Didirikan pada 2003, PPA dikenal sebagai perusahaan kontraktor pertambangan yang bergerak di bidang penyewaan alat berat, pemindahan tanah, dan jasa pertambangan. Dalam perjalanannya, perusahaan berupaya mengintegrasikan pertumbuhan bisnis dengan pembangunan sosial masyarakat sekitar wilayah operasional.
Arief mengatakan, perusahaan memandang keberlanjutan bisnis tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan sosial masyarakat.
“Selaras dengan kebijakan dan strategi manajemen dalam visi dan misi memberdayakan masyarakat lokal berdasarkan potensi dengan mematuhi tata nilai dan tradisi di mana perusahaan beroperasi,” ujar Arief dalam presentasinya.
Karena itu, perusahaan menjalankan pengelolaan tanggung jawab sosial melalui sejumlah sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial-budaya, hingga lingkungan.
Menjawab Problem UMKM Daerah
Program “UMKM Perkasa” lahir dari persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha kecil di Kabupaten Tabalong. Banyak UMKM lokal belum memiliki kemampuan pengelolaan usaha yang memadai, baik dalam aspek manajemen keuangan, perencanaan bisnis, maupun strategi pemasaran.
Akibatnya, produk lokal sulit bersaing di pasar yang semakin kompetitif, “Padahal, Tabalong menyimpan potensi ekonomi lokal yang cukup besar. Mulai dari produk makanan olahan, kerajinan, hingga usaha rumahan berbasis sumber daya lokal,” jelas Arief.
Melihat kondisi tersebut, PT Putra Perkasa Abadi merancang intervensi yang lebih sistematis dan berkelanjutan melalui program binaan CSR. Nama “Perkasa” sendiri merupakan akronim dari Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Menuju Keluarga Sejahtera.
Arief menegaskan program ini tidak sekadar memberikan bantuan modal atau pelatihan sesaat. Perusahaan mencoba membangun ekosistem pembinaan yang terintegrasi agar UMKM mampu berkembang secara mandiri.
Mendorong UMKM “Naik Kelas”
Dalam implementasinya, konsep utama UMKM Perkasa adalah mendorong pelaku usaha “naik kelas”. Artinya, UMKM tidak hanya bertambah omzet, tetapi juga mengalami transformasi dari sisi manajemen, kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.
“Konsep naik kelas tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan skala usaha, tetapi juga mencakup transformasi kapasitas manajerial, kualitas produk, serta akses terhadap jangkauan pasar yang lebih luas,” kata Arief.
Program ini melibatkan 16 UMKM binaan yang dipilih melalui proses asesmen terhadap 19 kandidat UMKM. Peserta dipilih berdasarkan potensi pengembangan usaha dan kesiapan mengikuti pembinaan intensif.
“Jumlah peserta yang terbatas justru dipilih agar intervensi berjalan lebih fokus dan efektif,” ungkap Arief.
Pendampingan dilakukan secara bertahap. Mulai dari pelatihan pengelolaan usaha, penguatan identitas merek, perbaikan kemasan produk, hingga strategi pemasaran.
Di sisi lain, perusahaan juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi dua kali dalam setahun untuk memantau perkembangan para UMKM binaan.
Belajar dari Produk yang Sudah Berhasil
Salah satu pendekatan menarik dalam program ini ialah kegiatan refreshment dan capacity building. Para pelaku UMKM diajak melakukan studi banding ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk melihat langsung pengembangan produk dan strategi pemasaran UMKM lain yang lebih maju.
Mereka mempelajari bagaimana sebuah produk lokal bisa memiliki nilai tambah melalui desain kemasan, penguatan merek, hingga tata pemasaran.
Kegiatan itu menjadi ruang belajar praktis bagi pelaku UMKM.
“Dengan tambahan referensi dan pengembangan mengenai pemasaran produk, diharapkan kegiatan ini sebagai stimulus untuk meningkatkan penjualan UMKM binaan CSR PPA,” ujar Arief.
Pendekatan semacam ini dinilai penting karena tantangan UMKM saat ini bukan hanya soal produksi, melainkan bagaimana memenangkan perhatian pasar.
Omzet Naik, Kepercayaan Diri Tumbuh
Pendampingan yang dilakukan mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan pemaparan perusahaan dalam penjurian TOP CSR Awards 2026, omzet UMKM binaan mengalami peningkatan setelah melalui pembinaan intensif dan pendampingan berkelanjutan.
Dalam paparan hasil program, disebutkan total omzet UMKM binaan mencapai ratusan juta rupiah dengan peningkatan signifikan dibandingkan sebelum program berjalan.
“Total omzet 16 UMKM binaaan, sebelum pembinaan dijalankan, sebesar Rp65,1 juta. Setelah pembinaan menjadi Rp181,5 juta. Berarti ada kenaikan omzet sebesar Rp116,37 juta atau 116,37 persen,” Arief mengungkapkan.
Namun, perubahan terbesar sesungguhnya tidak hanya tampak pada angka penjualan.
Di tingkat akar rumput, para pelaku usaha mulai memiliki rasa percaya diri untuk memperluas pasar, memperbaiki kualitas produk, dan memandang usaha mereka sebagai bisnis yang memiliki masa depan.
CSR yang Bergerak Bersama ESG
TOP CSR Awards 2026 sendiri mengusung tema “Aligning CSR and ESG for Long-Term Corporate Value and Sustainable Development”, yang menekankan pentingnya penyelarasan program CSR dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
Ajang ini bertujuan memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan program CSR secara efektif dan berdampak, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bersama dalam meningkatkan kualitas implementasi tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia.
Bagi PT Putra Perkasa Abadi, program UMKM Perkasa menjadi bukti bahwa keberadaan perusahaan tambang tidak semata berbicara soal produksi dan bisnis, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Di Tabalong, dampak itu kini mulai terlihat dari warung-warung kecil, produk rumahan, dan para pelaku usaha yang perlahan menemukan jalannya untuk tumbuh.
Sebuah jalan sunyi yang mungkin tidak selalu terlihat, tetapi perlahan mengubah wajah ekonomi lokal.
—–
Penulis: Teguh IS.
Slug:
umkm-perkasa-ppa
Meta-description:
