Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG minggu lalu ditutup turun 1.98%, disertai dengan net sell asing ~1.35 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, AMMN, BBCA dan ANTM.
Untuk perdagangan hari ini, Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas mengatakan, laju IHSG kemungkinan melanjutkan koreksi seiring dengan pelemahan Rupiah.
“Dengan kondisi ini, level Support IHSG diproyeksi di rentang 6500-6600 dan level Resist IHSG diperkirakan di kisaran 6780-6850,” ujar Fanny dalam risetnya, Senin (18/5/2026).
Trading Idea hari ini: ENRG, ADRO, AKRA, WIFI, SMDR, dan ITMG
- ENRG Buy on Weakness dengan area beli di 1580-1600, cutloss di bawah 1580. Target dekat di 1630-1650.
- ADRO Spec Buy dengan area beli di 2470-2500, cutloss di bawah 2420. Target dekat di 2560-2630.
- AKRA Spec Buy dengan area beli di 1400-1440, cutloss di bawah 1400. Target dekat di 1475-1500.
- WIFI Buy on Weakness dengan area beli di 2200-2250, cutloss di bawah 2180. Target dekat di 2300-2330.
- SMDR Buy on Weakness dengan area beli di 318-322, cutloss di bawah 316. Target dekat di 326-332.
- ITMG Spec Buy dengan area beli di 23750-23950, cutloss di bawah 23600. Target dekat di 24100-24250.
Global Overnight Review
Wall Street Melemah, Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Inflasi Guncang Pasar. Bursa saham AS ditutup turun pada perdagangan Jumat (15/5) setelah pasar dihantui kembali kekhawatiran inflasi global.
Lonjakan harga minyak akibat memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah membuat investor beralih dari aset berisiko ke obligasi pemerintah AS. Indeks Dow Jones turun 1,07%, S&P 500 melemah 1,24%, dan Nasdaq terkoreksi signifikan 1,54%.
Tekanan di pasar muncul setelah harga minyak mentah melonjak tajam menyusul pernyataan keras Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi yang memicu keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata kedua negara.
Pasar juga khawatir gangguan di Selat Hormuz kembali memburuk dan mengganggu pasokan energi global.
Di sisi lain, Jumat menjadi hari terakhir Jerome Powell menjabat sebagai Ketua The Fed. Pergantian kepemimpinan The Fed, Kevin Warsh, berpotensi menghadapi tekanan untuk kembali menaikkan suku bunga apabila inflasi akibat perang Iran terus meningkat.
Sementara itu, saham NVIDIA anjlok 4,4%, sementara Advanced Micro Devices atau AMD turun 5,7%, dan Intel merosot 6,2%.
Sedangkan, saham Microsoft justru naik 3,1% setelah hedge fund Pershing Square milik investor Bill Ackman mengungkapkan kepemilikan saham baru di perusahaan tersebut.
Harga Minyak Melonjak, Bursa Asia Berguguran akibat Ketegangan AS-Iran. Kenaikan tajam harga minyak dunia dan belum selesai negosiasi damai AS dan Iran menyebabkan aksi jual besar-besaran di pasar saham Asia pada Jumat (15/5).
Kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi dan tekanan suku bunga kembali meningkat, terutama setelah gangguan di Selat Hormuz masih membatasi arus perdagangan energi global.
Indeks Kospi anjlok lebih dari 6% setelah saham-saham teknologi dan semikonduktor mengalami koreksi tajam. Saham Samsung Electronics melemah 8,6%, dan SK Hynix turun 7,7%.
Tekanan di pasar muncul di tengah rally panjang yang sebelumnya didorong harapan tercapainya gencatan senjata di Timur Tengah.
Selain itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,99%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,62%, dan ASX 200 Australia berkurang 0,11%.
Di sisi lain, Trump dan Presiden China Xi Jinping disebut sepakat menolak Iran memiliki senjata nuklir dan ingin jalur perdagangan di Selat Hormuz tetap terbuka. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
