Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG kemarin ditutup turun 1.85%, disertai dengan net sell asing ~460 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ANTM, BREN, AMMN, ADRO dan DSSA.
Untuk perdagangan hari ini, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman mengatakan, laju IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini, setelah 5 hari berturut-turut terkoreksi.
“Dengan kondisi saat ini, level Support IHSG diperkirakan di kisaran 6460-6500 dan level Resist IHSG akan berada di rentang 6650-6700,” ujar dia, dalam risetnya, Selasa (19/5/2026).
Trading Idea hari ini: BBNI, MBMA, UNTR, PTRO, BUMI dan BUVA
- BBNI Spec Buy dengan area beli di 3780-3800, cutloss di bawah 3780. Target dekat di 3830-3870.
- MBMA Spec Buy dengan area beli di 525-540, cutloss di bawah 525. Target dekat di 550-570.
- UNTR Spec Buy dengan area beli di 26000-26450, cutloss di bawah 26000. Target dekat di 26900-27200.
- PTRO Spec Buy dengan area beli di 4750-4850, cutloss di bawah 4620. Target dekat di 4920-5000.
- BUMI Spec Buy dengan area beli di 202-206, cutloss di bawah 200. Target dekat di 210-214.
- BUVA Spec Buy dengan area beli di 940-970, cutloss di bawah 910. Target dekat di 1035-1085.
Global Overnight Review
Nasdaq Terkoreksi, Saham Teknologi Tertekan Imbal Hasil dan Kenaikan Harga Minyak. Indeks Nasdaq ditutup melemah pada perdagangan Senin (18/5), dipimpin penurunan saham-saham teknologi, seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan harga minyak yang kembali bergejolak.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dan biaya pinjaman akan bertahan lebih lama.
Dow Jones Industrial Average masih mampu bertahan di zona hijau, sementara S&P 500 nyaris stagnan. Indeks Nasdaq Composite turun 0,52%, S&P 500 melemah tipis 0,07%. Sedangkan, Dow justru naik 0,33%.
Sektor teknologi informasi yang memiliki bobot besar di pasar menjadi penekan utama indeks. Saham-saham semikonduktor ikut terkoreksi di tengah aksi ambil untung setelah rally panjang berbasis optimisme kecerdasan buatan (AI).
Selain itu, Walmart juga akan merilis laporan kinerja, di tengah tekanan inflasi dan harga energi. Di sisi korporasi, saham Dominion Energy melonjak setelah NextEra Energy mengumumkan rencana akuisisi senilai sekitar US$66,8 miliar dalam bentuk saham.
Sebaliknya, saham Regeneron Pharmaceuticals anjlok setelah uji klinis kombinasi obat kanker kulitnya gagal mencapai target utama pada pasien melanoma stadium lanjut.
Harga Minyak Melonjak, Bursa Asia Melemah Dibayangi Konflik Timur Tengah. Bursa saham Asia bergerak melemah pada perdagangan Senin (18/5/2026) di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kekhawatiran inflasi global kembali memanas setelah serangan drone di kawasan Teluk memicu gangguan pasokan energi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi global.
Pasar juga mulai berhati-hati menjelang laporan keuangan raksasa chip AI, Nvidia, yang dinilai akan menjadi penentu arah reli saham teknologi global pekan ini.
Ketegangan meningkat setelah terjadi serangan drone yang memicu kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,97%, Hang Seng Hong Kong melemah 1,11%, CSI 300 China turun 0,54%, Taiex Taiwan berkurang 0,68% dan ASX 200 Australia turun 1,45%. Sedangkan, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,31%. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)
