TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Perkasa dan Saham Perbankan Jadi Penopang Indeks

Agus Haryanto
21 May 2026 | 09:18
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Kamis pagi dibuka menguat 47,99 poin atau 0,76 persen ke posisi 6.366,49. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,28 poin atau 0,68 persen ke level 634,96.

Pada awal perdagangan, aktivitas transaksi investor terpantau cukup aktif. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,2 triliun dengan volume perdagangan sekitar 2,1 miliar saham dan frekuensi transaksi lebih dari 150 ribu kali hingga beberapa menit setelah pembukaan pasar.

Penguatan IHSG didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan dan komoditas. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi penopang utama laju indeks setelah bergerak di zona hijau sejak sesi pembukaan.

Selain saham perbankan, emiten sektor energi dan pertambangan seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga turut menopang penguatan IHSG seiring membaiknya sentimen harga komoditas global.

Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut mengalami penguatan. Rupiah naik sekitar 60 poin dan bergerak ke level Rp17.325 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di kisaran Rp17.385 per dolar AS.

Analis pasar menilai penguatan IHSG dan rupiah dipengaruhi sentimen positif global setelah pelaku pasar mulai merespons optimistis arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat yang diperkirakan lebih stabil. Di sisi lain, minat beli investor asing pada saham-saham unggulan domestik juga mulai meningkat sehingga memberikan dorongan terhadap indeks.

Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan apabila mampu bertahan di atas area support 6.300. Sementara itu, level resistance jangka pendek diperkirakan berada pada kisaran 6.400 hingga 6.450.

BACA JUGA:   MedcoEnergi Sampaikan Prospek Pertumbuhan pada Paparan Publik 2025

Pelaku pasar saat ini juga masih mencermati perkembangan ekonomi global, arah pergerakan harga komoditas, serta potensi arus dana asing yang dinilai akan menjadi faktor utama penentu arah perdagangan saham domestik dalam jangka pendek.

Data AI

Tags: indeksJCI
Previous Post

Bank Jago Bagi Saham Lagi untuk Karyawan, Ini Jadwalnya

Next Post

Kinerja Positif MedcoEnergi Berbuah Kepercayaan Kelola Blok Migas Nawasena

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR