TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Demi Stabilkan Rupiah, Kenaikan BI Rate Dinilai Korbankan IHSG

Busthomi
22 May 2026 | 08:46
rubrik: Capital Market
Akhir Pekan, IHSG Bertengger di Zona Merah

Ilustrasi penurunan IHSG. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen dinilai efektif menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Namun di sisi lain, langkah agresif tersebut justru memperparah tekanan di pasar saham domestik.

Tekanan besar langsung terlihat pada perdagangan Kamis (21/5/2026), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 3,54 persen atau turun 223,56 poin ke level 6.094,94. Koreksi tersebut membuat IHSG menembus batas psikologis 6.100 dan menjadi salah satu pelemahan terdalam di kawasan Asia pada hari itu.

Investment Specialist KISI, Azharys Hardian, menilai pembalikan arah IHSG yang sebelumnya sempat menguat pada sesi pagi terjadi setelah pasar merespons keputusan BI yang berada di atas ekspektasi pelaku pasar.

“Pembalikan arah IHSG yang sempat menguat pagi tadi lalu anjlok hingga 3 persen di sesi kedua utamanya dipicu oleh kejutan kenaikan suku bunga sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Itu berada di atas konsensus pasar,” ujar Azharys di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, kebijakan moneter tersebut memang menjadi dilema bagi pemerintah dan otoritas moneter. Di satu sisi, kenaikan suku bunga diperlukan untuk menjaga stabilitas rupiah yang terus tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun di sisi lain, kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap minat investor di pasar ekuitas.

“Karena di satu sisi efektif untuk menahan pelemahan rupiah, namun di sisi lain juga langsung memberikan tekanan bagi pasar ekuitas,” katanya.

Langkah BI menaikkan suku bunga dilakukan di tengah tekanan besar terhadap rupiah yang sebelumnya sempat menembus level psikologis Rp17.700 per dolar AS. Pelemahan mata uang domestik dipicu kombinasi sentimen eksternal, penguatan dolar AS global, serta meningkatnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi domestik.

BACA JUGA:   Saat Pasar Lesu, Ini Rekomendasi Zipmex soal Kiat Investasi di Kripto

Selain faktor kenaikan suku bunga, Azharys menilai sentimen negatif di pasar saham juga diperburuk oleh ketidakjelasan detail skema ekspor BUMN yang belakangan menjadi perhatian pelaku pasar.

“Apakah tujuannya sekadar penyelarasan administrasi atau mekanisme penjualan ke BUMN sebelum disalurkan ke luar negeri. Ketidakjelasan ini berpotensi memicu market risk off,” ujarnya.

Data perdagangan menunjukkan tekanan jual terjadi hampir di seluruh sektor. Sektor energi menjadi yang paling dalam terkoreksi dengan penurunan 6,91 persen, disusul sektor bahan baku turun 6,53 persen, sektor siklikal minus 6,05 persen, dan sektor infrastruktur melemah 5,58 persen.

Nilai transaksi pasar pada Kamis mencapai sekitar Rp18,28 triliun dengan volume perdagangan mencapai 35,59 miliar saham. Sebanyak 663 saham tercatat melemah, sementara hanya 88 saham menguat dan 69 saham stagnan.

Kondisi tersebut mencerminkan kekhawatiran investor bahwa pengetatan moneter agresif dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi daya tarik aset berisiko seperti saham. Meski demikian, sejumlah analis menilai langkah BI tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mengembalikan kepercayaan terhadap rupiah di tengah volatilitas global yang masih tinggi.

Tags: kenaikan bi ratepasar sahampenurunan rupiah
Previous Post

BNI Sekuritas Sarankan Cari Tahu Spec Buy Enam Saham Ini, Berikut Saham Pilihannya

Next Post

Koreksi bisa Berlanjut, Reliance Sekuritas Rekomendasikan Saham Ini: HMSP, WIIM, CPIN, dan SSIA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR