Jakarta, TopBusiness – PT Pos Properti Indonesia mempercepat ekspansinya di tengah tekanan industri properti nasional dengan meluncurkan tiga inisiatif bisnis strategis sekaligus di tahun ini.
Sepertinya pengembangan co-living berkonsep baru bernama Homy Nomad, penguatan lini bisnis konstruksi dan desain, serta pengembangan kawasan perumahan milenial di Harjamukti, Depok, Jawa Barat bekerja sama dengan Ruma Development.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi yang telah berhasil menjaga stabilitas pendapatan perusahaan selama 2025 dan mendorong target ambisius pertumbuhan 18% di 2026 yang melampaui proyeksi pertumbuhan industri yang hanya berada di kisaran 5%.
Makanya, di tengah tekanan makroekonomi tersebut, yakni meliputi melemahnya daya beli, volatilitas nilai tukar rupiah, serta tingginya biaya pendanaan, Pos Properti Indonesia tetap optimistis dengan strategi diversifikasi portofolio bisnisnya.
Dan pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan tetap berada di kisaran 5%, serta kekuatan demografi Indonesia yang masih muda dan produktif, diyakini menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan bisnis properti jangka panjang.
“Jadi, permintaan ruang komersial tercatat mulai meningkat sejak akhir 2025 lalu. Ini didorong oleh ekspansi sektor ritel modern, makanan dan minuman (F&B), jasa keuangan, serta layanan publik yang mengincar lokasi-lokasi strategis berlalulintas tinggi milik perusahaan,” tutur Aldhita Prayudhiputra, Chief Commercial Officer PT Pos Properti Indonesia Bisnis Design & Construction, dalam media gathering Pos Properti Indonesia, di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Menangkap momentum pergeseran gaya hidup generasi muda perkotaan, Pos Properti Indonesia resmi menghadirkan Homy Nomad, konsep co-living yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan hunian fleksibel kaum urban.
Dua lokasi perdana telah beroperasi di kawasan strategis Jakarta, yakni di Fatmawati dan Gandaria (Haji Nawi), dengan total sekitar 39 unit kamar yang terintegrasi langsung dengan akses transportasi publik dan pusat aktivitas kota.
Respons pasar terhadap Homy Nomad dinilai positif sejak masa peluncuran perdana, dengan tren tingkat hunian yang terus meningkat bahkan sebelum kampanye pemasaran besar-besaran dilakukan.
Ke depan, perusahaan berencana memperluas konsep ini ke kota-kota besar lain di Indonesia dengan pendekatan berbasis data untuk memastikan ekspansi yang terukur.
“Di tengah dinamika ekonomi, kami tidak melihat krisis, kami melihat peluang. Homy Nomad contohnya. Ini wujud nyata adaptasi kami terhadap kebutuhan hunian generasi muda yang semakin dinamis dan mobile. Dengan lokasi yang terintegrasi transportasi publik dan ekosistem urban, kami percaya co-living bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan struktural jangka panjang,” dia menjelaskan.
Lebih jauh ditegaskannya, target tersebut masih masuk akal untuk bisa dicapai dan sesuai Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP). “Kami merasa target tersebut masih achievable. Secara RKAP juga hitungannya matang. Jadi sangat masuk akal untuk pertumbuhan kami yang 18%,” ujar dia.
Plus, dari total asset lahan yang dimiliki PT Pos Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan induk Perusahaan, Pos Properti baru memanfaatkannya sebanyak 19%. Dengan begitu, kata dia, potensi pengembangan bisnis Pos Properti ke depannya masih sangat luas.
Selain bertumpu pada bisnis properti berbasis sewa yang selama ini menjadi tulang punggung dengan kontribusi 50–60% terhadap total pendapatan, Pos Properti Indonesia secara aktif meningkatkan strategi terhadap peluang di lini Design & Construction.
Unit bisnis ini menawarkan layanan konsultasi arsitektur, perancangan, dan konstruksi komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan klien korporasi maupun institusi.
Penguatan lini konstruksi ini memanfaatkan jaringan aset dan rekam jejak Pos Properti dalam mengelola gedung-gedung bersejarah milik PT Pos Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru nusantara.
Keahlian dalam transformasi fungsi bangunan dan renovasi bernilai heritage, termasuk inisiatif Pos Bloc sebagai creative hub, menjadi diferensiasi kuat perusahaan di tengah persaingan jasa konstruksi nasional.
“Kapabilitas Design & Construction yang kami bangun bukan semata unit bisnis baru, ini merupakan kelanjutan dari keahlian kami dalam mengelola, merestorasi, dan mentransformasi aset. Kami memiliki pengalaman teknis yang teruji, sumber daya manusia bersertifikat, dan portofolio proyek yang nyata. Kami siap mengkomersialisasikan keahlian tersebut untuk siapapun yang tertarik berkolaborasi,” jelas Abdul Hadi, Chief Operating Officer PT Pos Properti Indonesia, di tempat yang sama.
Perumahan Harjamukti Depok
Melalui kemitraan strategis dengan Ruma Development, Pos Properti Indonesia mengembangkan kawasan perumahan di Kelurahan Harjamukti, Cimanggis, Depok yang berlokasi persis di antara empat kawasan strategis Jabodetabek: Jakarta, Depok, Bekasi, dan Bogor.
Proyek seluas 7.925 m² ini akan menghadirkan sekitar 60 unit rumah dengan harga mulai dari Rp1,4 miliar, ditujukan bagi keluarga muda dan pembeli rumah pertama di kawasan Cibubur dan sekitarnya.
Dengan estimasi cicilan sekitar Rp12 jutaan per bulan, pembeli sudah dapat memiliki hunian, menyesuaikan skema pembiayaan dan persetujuan bank.
Proyek ini merespons data pasar yang menunjukkan bahwa 55 persen pembeli rumah di Jabodetabek pada 2024 adalah usia produktif yang menginginkan hunian strategis dekat transportasi publik.
Dengan posisi hanya beberapa menit dari Stasiun LRT Harjamukti dan akses Tol Cibubur, kawasan ini dinilai memenuhi kebutuhan mobilitas harian kaum milenial sekaligus memiliki potensi apresiasi nilai investasi yang kuat.
Konsep hunian mengusung pendekatan urban living yang mengintegrasikan fasilitas komersial, ruang hijau, dan lingkungan ramah keluarga yang sejalan dengan tren hunian 2026 yang menekankan kenyamanan fungsional sehari-hari. Pos Properti Indonesia pun menempatkan diri bukan sekadar sebagai pengelola aset, melainkan sebagai enabler ekosistem produktif yang menciptakan nilai lebih bagi seluruh pemangku kepentingan.
