Jakarta, TopBusiness – Hari Selasa (26/05/2026), indeks harga saham gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia diperkirakan bergerak sideways.
Itu tercermin dari website samuel.co.id melalui risetnya di Jakarta, hari ini. Dijelaskan, pasar Amerika Serikat tutup pada Senin (25 Mei) dalam rangka libur Memorial Day.
Pasar komoditas ditutup bervariasi pada Senin (25 Mei): minyak mentah WTI tutup, minyak Brent turun 7,15% ke USD 96,14/barel, batu bara stagnan di USD 136,45/ton, CPO melemah 0,29% ke MYR 4.473/ton, dan emas naik 1,35% ke USD 4.571/ons.
Pasar Asia mayoritas ditutup menguat pada Senin (25 Mei): Hang Seng tutup, Nikkei melonjak 2,87%, dan Shanghai menguat 0,96%. IHSG naik 0,72% ke level 6.206,35, dengan investor asing membukukan net sell sebesar Rp2.221,3 miliar, yang terdiri dari Rp2.088,7 miliar di pasar reguler dan Rp132,6 miliar di pasar negosiasi.
Aksi jual bersih asing terbesar di pasar reguler terjadi pada saham AMMN (Rp226,1 miliar), BMRI (Rp197,5 miliar), dan BUMI (Rp160,7 miliar), sementara aksi beli bersih terbesar tercatat pada BBRI (Rp147,1 miliar), MDKA (Rp112,1 miliar), dan BBCA (Rp82,1 miliar). Saham-saham yang menjadi pendorong utama penguatan IHSG adalah BBRI, BBCA, dan ASII, sedangkan saham yang menjadi penekan utama adalah BRPT, DSSA, dan AMRT.
Pada pagi ini, KOSPI dibuka menguat (+3,16%), sementara Nikkei dibuka melemah (-0,27%).
“Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak sideways, didukung oleh rebound pasar, meskipun aksi net sell investor asing masih menjadi sentimen penghambat utama,” demikian terlihat dari laporannya.
