TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Dibuka Melemah, Tertekan Sentimen Rebalancing Indeks MSCI

Agus Haryanto
29 May 2026 | 09:39
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Jumat pagi dibuka melemah di zona merah. Indeks terkoreksi sebesar 17,42 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.112,77 dari penutupan sebelumnya di level 6.130,19.

Kondisi serupa juga menimpa kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang mengalami tekanan lebih dalam, turun 10,51 poin atau 1,69 persen ke posisi 609,89.

Data Transaksi Harian pada Pembukaan Pasar

Berdasarkan data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesaat setelah pasar dibuka (pukul 09.00 WIB), aktivitas transaksi tercatat cukup dinamis:

  • Frekuensi Perdagangan: 76,46 ribu kali transaksi.
  • Volume Transaksi: 1,346 miliar lembar saham.
  • Nilai Transaksi Harian: Rp1,124 triliun.
Analisis Pasar: Mengapa IHSG Memerah?

Pelemahan IHSG dan indeks LQ45 pada pagi hari ini utamanya dipicu oleh dua faktor utama, baik teknikal domestik maupun penyesuaian portofolio global:

  1. Sentimen Rebalancing Indeks MSCI: Hari Jumat ini merupakan tanggal efektif pemberlakuan rebalancing (penyesuaian bobot) indeks global MSCI setelah penutupan pasar. Para manajer investasi asing dan institusi global cenderung melakukan penyesuaian portofolio secara masif pada saham-saham yang bobotnya dikurangi atau didepak dari indeks tersebut. Hal inilah yang memicu tingginya volatilitas dan aksi jual pada saham-saham blue chip penggerak indeks LQ45.
  2. Faktor Siklus Pascavolume Libur: Pasar baru saja kembali aktif setelah melewati masa libur nasional dan cuti bersama. Adanya akumulasi sentimen global selama pasar domestik tutup membuat investor domestik cenderung melakukan aksi wait and see atau mengamankan dana terlebih dahulu (profit taking).

Secara teknikal, pergerakan awal IHSG berada di rentang 6.112,91 hingga 6.136,24. Jika tekanan jual akibat rebalancing MSCI mereda pada sesi kedua, IHSG berpotensi memangkas pelemahannya. Namun, pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi hingga menjelang prapenutupan (pre-closing) perdagangan sore nanti.

BACA JUGA:   Sentimen Bursa Global Tekan Laju IHSG Pagi Ini

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Hans Kwee: Rebalancing MSCI Bisa Jadi Titik Balik Kebangkitan IHSG

Next Post

Kemenko Perekonomian Sosialisasikan Skema LVC untuk Pembiayaan Infrastruktur Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR