TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

JTPE Bidik Pendapatan Rp 3,06 Triliun , Siapkan Capex Rp 100 Miliar untuk Modernisasi dan Ekspansi

Nurdian Akhmad
29 May 2026 | 13:44
rubrik: Business Info, Capital Market
JTPE Bidik Pendapatan Rp 3,06 Triliun , Siapkan Capex Rp 100 Miliar untuk Modernisasi dan Ekspansi

Jakarta, TopBusiness – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menargetkan pertumbuhan kinerja yang tetap solid pada 2026 setelah membukukan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada2025 lalu. Perseroan membidik pendapatan menembus Rp 3,06 triliun atau tumbuh lebih dari 10 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 2,8 triliun.

Target tersebut disampaikan manajemen dalam Public Expose usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, Jumat (29/5/2026). Selain pendapatan, perusahaan juga menargetkan pertumbuhan laba bersih di atas 10 persen pada tahun ini.

Direktur Keuangan JTPE, Lukita Budiman, mengatakan optimisme tersebut didukung oleh kuatnya permintaan pada segmen security, terutama produk identitas, kartu pembayaran (payment card), dan dokumen keamanan yang selama ini menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.

“Untuk 2026 kami targetkan pertumbuhan revenue lebih besar dari 10 persen. Di atas 10 persen itu berarti sekitar Rp3,06 triliun. Untuk laba juga kami perkirakan naik lebih besar dari 10 persen,” kata Lukita dalam paparan publik.

Menurut dia, hingga April 2026 perseroan telah berhasil mengamankan sekitar 60 persen dari target pendapatan tahun ini. Angka tersebut berasal dari berbagai tender yang telah dimenangkan perusahaan.

“Enam puluh persen itu didapatkan dari hasil pemenangan tender-tender yang sudah kami menangkan, sehingga revenue tersebut sudah bisa kami amankan,” ujarnya.

Meski pada kuartal I-2026 pendapatan tercatat sebesar Rp 265 miliar atau turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp348 miliar, manajemen menilai penurunan tersebut bersifat sementara. Hal itu disebabkan adanya pergeseran jadwal pengadaan pelanggan, terutama dari sektor pemerintah yang umumnya mulai aktif pada kuartal II dan kuartal III. “Pergeseran pengadaan itu memang kami perkirakan akan terjadi di kuartal kedua dan ketiga tahun ini,” jelasnya.

BACA JUGA:   Menteri Basuki Resmikan Stasiun Lapangan Geologi Prof R. Soeroso Notohadiprawiro UGM Yogyakarta

Capex Rp 100 Miliar

Direktur Utana JTPE Allan Wibisono Oei menambahkan, untuk mendukung pertumbuhan bisnis, JTPE menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 100 miliar pada 2026.

Dana tersebut akan digunakan untuk peremajaan dan modernisasi mesin produksi, sekaligus mendukung ekspansi bisnis perusahaan ke berbagai lini usaha baru yang masih terkait dengan kompetensi inti perusahaan di bidang security printing dan digital security.

“Kami mengalokasikan capex sekitar Rp100 miliar. Prioritasnya untuk peremajaan mesin, modernisasi fasilitas produksi yang sudah ada, serta pengadaan mesin-mesin untuk mendukung ekspansi usaha,” kata Allan

Selain capex, perseroan juga akan memanfaatkan sebagian laba ditahan untuk memperkuat pengembangan bisnis. Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 210,6 miliar atau 60 persen dari laba bersih tahun buku 2025, setara Rp 31 per saham. Sisa laba akan digunakan untuk mendukung ekspansi perusahaan.

Fokus RFID dan Ekspansi Ekspor

Pada 2026, kata Allan, strategi JTPE diarahkan untuk memperkuat bisnis inti sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru melalui inovasi dan kolaborasi strategis.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) melalui pembentukan perusahaan patungan baru. Pada Maret 2026, JTPE bersama PT Csmart IoT Indonesia yang merupakan bagian dari Csmart China mendirikan PT Nusatec Global Solutions.

Manajemen menilai kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari transformasi perusahaan menuju bisnis berbasis digital. “RFID merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam transformasi Jasuindo menuju produk-produk digital. Teknologi ini sangat erat kaitannya dengan pengembangan sistem aplikasi, software, dan identitas digital,” jelas manajemen.

Selain RFID, perseroan juga terus mengembangkan layanan tanda tangan digital dan sertifikat elektronik melalui platform eSign yang diluncurkan pada 2024. Menurut manajemen, pertumbuhan pelanggan eSign mulai terlihat sejak kuartal IV-2025 hingga kuartal I-2026 dan diperkirakan akan semakin kuat sepanjang tahun ini.

BACA JUGA:   Kolaborasi Ini Percepat Proses KPR

Dari sisi pasar internasional, JTPE juga menargetkan peningkatan ekspor dengan memanfaatkan jaringan global mitra strategisnya, yakni Toppan Security. Kerja sama tersebut dinilai memberikan akses yang lebih luas ke pasar negara-negara maju sekaligus memperkuat transfer teknologi dan pengetahuan.

Tantangan Geopolitik dan Kurs

Di tengah optimisme tersebut, manajemen mengakui bahwa kondisi ekonomi global masih menjadi tantangan utama pada 2026. Ketidakpastian geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah, dinilai berpotensi memicu kenaikan harga energi, inflasi, serta biaya bahan baku.

“Tantangan terbesar saat ini adalah ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar, inflasi, dan pada akhirnya meningkatkan biaya bahan baku,” ujar Allan.

Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor yang terus dipantau perusahaan mengingat sebagian bahan baku masih berasal dari impor.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, JTPE menerapkan strategi lindung nilai (hedging) terhadap kebutuhan impor bahan baku serta memperkuat visibilitas pendapatan melalui kontrak dan tender yang telah diamankan sejak awal tahun.

“Risiko kurs sudah kami antisipasi melalui strategi hedging untuk pembelian bahan baku impor. Dengan langkah tersebut kami yakin target pertumbuhan tahun ini dapat dicapai,” kata Allan.

Manajemen menambahkan bahwa segmen identitas tetap menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan pada 2026, didukung strategi inovasi produk yang berkelanjutan agar JTPE dapat mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di industri security printing dan digital security solutions.

Tags: JTPEPT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk
Previous Post

Teknologi AR/VR di Hutama Karya Mengantar Pengawasan Proyek ke Fase Baru

Next Post

Gandeng APTISI, WIFI Siap Wujudkan Revolusi Pendidikan Digital Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR