TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Menguat di Akhir Pekan, Saham Perbankan dan Energi Jadi Penggerak Utama

Agus Haryanto
29 May 2026 | 16:22
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 0,83% atau naik 50,90 poin ke level 6.180,80 pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026).

Penguatan IHSG terjadi seiring meningkatnya aksi beli investor pada saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip, terutama dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan energi. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak stabil di zona hijau setelah sempat bergerak fluktuatif pada awal sesi.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup aktif. Volume transaksi harian tercatat mencapai sekitar 27 miliar saham dengan nilai transaksi berkisar Rp18,5 triliun. Sementara frekuensi perdagangan mencapai sekitar 1,9 juta kali transaksi.

Saham-saham yang menjadi penggerak utama penguatan IHSG antara lain saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik Rp75 menjadi Rp6.175 per saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat Rp30 ke posisi Rp3.730 per saham, sedangkan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp40 menjadi Rp4.820 per saham.

Dari sektor telekomunikasi, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turut menopang indeks dengan kenaikan Rp50 menjadi Rp3.120 per saham. Sementara saham PT Astra International Tbk (ASII) menguat Rp100 ke level Rp4.950 per saham.

Di sektor energi dan infrastruktur, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik Rp200 menjadi Rp6.850 per saham, sedangkan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat Rp150 ke posisi Rp7.200 per saham. Penguatan saham-saham dengan kapitalisasi besar tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap kenaikan indeks.

Secara sektoral, sektor keuangan menjadi pendorong utama penguatan IHSG karena investor kembali melakukan akumulasi pada saham perbankan besar setelah tekanan jual beberapa waktu terakhir mulai mereda. Selain itu, sentimen positif juga datang dari stabilitas nilai tukar rupiah dan ekspektasi bahwa suku bunga global mulai mendekati puncaknya.

BACA JUGA:   Bank Tak Bisa Langsung Dilarang Beri Kredit Perkebunan Sawit

Analis menilai pasar mulai kembali percaya diri terhadap aset berisiko di emerging market, termasuk Indonesia. Aksi bargain hunting terlihat cukup dominan karena valuasi sejumlah saham unggulan dinilai sudah berada pada level menarik setelah koreksi sebelumnya.

Meski demikian, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan eksternal seperti arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan harga komoditas global, dan dinamika geopolitik internasional yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Dengan penguatan hari ini, IHSG menunjukkan peluang melanjutkan tren rebound dalam jangka pendek, terutama apabila didukung arus dana asing yang kembali masuk ke pasar saham domestik.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Perkuat Sinergi BUMN antara BSI dan KAI, Stasiun LRT Dukuh Atas Resmi jadi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia

Next Post

Pelemahan Rupiah juga Dipicu Ekspor yang Lesu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR