TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

SCI Usul Holding Kawasan Industri Susun Masterplan Logistics Park Nasional

Nurdian Akhmad
2 June 2026 | 13:27
rubrik: Business Info
KIM Siap Dukung Industri Pengelolaan Limbah B3

Kawasan Industri di Medan (Foto: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness – Supply Chain Indonesia (SCI) merekomendasikan agar Holding Kawasan Industri Indonesia yang tengah dibentuk pemerintah menyusun masterplan logistics park pada kawasan-kawasan prioritas guna meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memperkuat daya saing industri nasional.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan, keberhasilan konsolidasi kawasan industri BUMN tidak hanya ditentukan oleh penyatuan aset dan pengelolaan kawasan, tetapi juga kemampuan menghadirkan ekosistem logistik yang terintegrasi.

Karena itu, holding yang dibentuk melalui Danantara perlu mengembangkan fasilitas logistik modern yang mampu mendukung aktivitas industri, perdagangan, dan ekspor secara lebih efisien.

“SCI merekomendasikan holding menyusun masterplan logistics park di kawasan prioritas,” kata Setijadi dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, logistics park tersebut harus dirancang sebagai pusat layanan logistik terpadu yang mencakup pergudangan bersama, depo peti kemas, terminal truk, cold storage, fasilitas kepabeanan, hingga pusat distribusi regional.

Pengembangan fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan kawasan industri yang semakin besar, sekaligus mengurangi berbagai inefisiensi dalam rantai pasok nasional.

Pemerintah saat ini tengah menyelesaikan proses pembentukan Holding Kawasan Industri Indonesia yang ditargetkan rampung secara legal pada 2026 dan mulai beroperasi pada 2027.

Setijadi menilai pembentukan holding membuka peluang untuk menciptakan model bisnis baru yang tidak hanya bertumpu pada penjualan atau penyewaan lahan industri, tetapi juga layanan logistik bernilai tambah.

“Peningkatan efisiensi logistik sangat penting mengingat kontribusinya terhadap harga produk,” ujarnya.

Berdasarkan data Bappenas, biaya logistik domestik Indonesia masih berada di kisaran 14,1 persen dari harga barang. Sementara biaya logistik ekspor mencapai sekitar 8,98 persen dari nilai barang yang dikirim.

SCI menilai keberadaan logistics park yang terintegrasi dapat membantu menurunkan biaya logistik sekaligus meningkatkan daya saing kawasan industri dalam menarik investasi.

BACA JUGA:   Jalan Tol Jakarta-Cikampek Lancar

Selain pembangunan fasilitas logistik, Setijadi juga mendorong agar masterplan tersebut terhubung dengan jaringan transportasi multimoda, mulai dari jalan tol, pelabuhan, bandara kargo, terminal peti kemas, dry port, hingga jaringan kereta api barang.

Menurutnya, integrasi antarmoda transportasi menjadi faktor penting untuk mempercepat arus barang dari kawasan industri menuju pasar domestik maupun ekspor.

Di samping itu, SCI juga menekankan perlunya digitalisasi layanan logistik melalui penerapan sistem penjadwalan truk, otomatisasi gerbang kawasan, dan control tower logistik yang terintegrasi.

Dengan dukungan masterplan logistics park yang komprehensif, Holding Kawasan Industri Indonesia diharapkan mampu berkembang tidak hanya sebagai pengelola kawasan industri, tetapi juga sebagai pusat logistik nasional yang memperkuat efisiensi industri dan mendukung pertumbuhan ekspor Indonesia.

SCI Usul Holding Kawasan Industri Susun Masterplan Logistics Park Nasional

Jakarta, TopBusiness – Supply Chain Indonesia (SCI) merekomendasikan agar Holding Kawasan Industri Indonesia yang tengah dibentuk pemerintah menyusun masterplan logistics park pada kawasan-kawasan prioritas guna meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memperkuat daya saing industri nasional.

Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan, keberhasilan konsolidasi kawasan industri BUMN tidak hanya ditentukan oleh penyatuan aset dan pengelolaan kawasan, tetapi juga kemampuan menghadirkan ekosistem logistik yang terintegrasi.

Karena itu, holding yang dibentuk melalui Danantara perlu mengembangkan fasilitas logistik modern yang mampu mendukung aktivitas industri, perdagangan, dan ekspor secara lebih efisien.

“SCI merekomendasikan holding menyusun masterplan logistics park di kawasan prioritas,” kata Setijadi dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, logistics park tersebut harus dirancang sebagai pusat layanan logistik terpadu yang mencakup pergudangan bersama, depo peti kemas, terminal truk, cold storage, fasilitas kepabeanan, hingga pusat distribusi regional.

BACA JUGA:   Bank Kesejahteran Ekonomi Berencana IPO

Pengembangan fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan kawasan industri yang semakin besar, sekaligus mengurangi berbagai inefisiensi dalam rantai pasok nasional.

Pemerintah saat ini tengah menyelesaikan proses pembentukan Holding Kawasan Industri Indonesia yang ditargetkan rampung secara legal pada 2026 dan mulai beroperasi pada 2027.

Setijadi menilai pembentukan holding membuka peluang untuk menciptakan model bisnis baru yang tidak hanya bertumpu pada penjualan atau penyewaan lahan industri, tetapi juga layanan logistik bernilai tambah.

“Peningkatan efisiensi logistik sangat penting mengingat kontribusinya terhadap harga produk,” ujarnya.

Berdasarkan data Bappenas, biaya logistik domestik Indonesia masih berada di kisaran 14,1 persen dari harga barang. Sementara biaya logistik ekspor mencapai sekitar 8,98 persen dari nilai barang yang dikirim.

SCI menilai keberadaan logistics park yang terintegrasi dapat membantu menurunkan biaya logistik sekaligus meningkatkan daya saing kawasan industri dalam menarik investasi.

Selain pembangunan fasilitas logistik, Setijadi juga mendorong agar masterplan tersebut terhubung dengan jaringan transportasi multimoda, mulai dari jalan tol, pelabuhan, bandara kargo, terminal peti kemas, dry port, hingga jaringan kereta api barang.

Menurutnya, integrasi antarmoda transportasi menjadi faktor penting untuk mempercepat arus barang dari kawasan industri menuju pasar domestik maupun ekspor.

Di samping itu, SCI juga menekankan perlunya digitalisasi layanan logistik melalui penerapan sistem penjadwalan truk, otomatisasi gerbang kawasan, dan control tower logistik yang terintegrasi.

Dengan dukungan masterplan logistics park yang komprehensif, Holding Kawasan Industri Indonesia diharapkan mampu berkembang tidak hanya sebagai pengelola kawasan industri, tetapi juga sebagai pusat logistik nasional yang memperkuat efisiensi industri dan mendukung pertumbuhan ekspor Indonesia.

Tags: Holding Kawasan Industri IndonesiaSupply Chain Indonesia
Previous Post

Berikut Ini Cara NASI Hadapi Kendala dan Tantangan

Next Post

Menkeu Purbaya: Pancasila Jadi Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR