TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

PUPD Siapkan Ekspansi Hunian Premium dan Lepas Aset untuk Perkuat Arus Kas

Nurdian Akhmad
5 June 2026 | 11:38
rubrik: Business Info, Capital Market
PUPD Siapkan Ekspansi Hunian Premium dan Lepas Aset untuk Perkuat Arus Kas

Jakarta, TopBusiness – PT Pudjiadi Prestige Tbk (IDX: PUPD) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis dalam beberapa tahun ke depan, mulai dari pengembangan proyek hunian premium di Jakarta Selatan hingga pelepasan sebagian aset tanah guna memperkuat arus kas menghadapi tantangan pasar properti.

Dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, manajemen Perseroan memperkenalkan proyek hunian premium terbaru bernama Solea yang berlokasi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Proyek tersebut terdiri atas 16 unit rumah cluster yang menyasar segmen luxury dan diharapkan menjadi salah satu kontributor utama pendapatan Perseroan.

Vice President Director Michael Pudjiadi mengatakan pasar hunian premium masih menunjukkan prospek yang baik meskipun sejumlah segmen properti lainnya menghadapi tekanan daya beli.

“Proyek baru Solea di kawasan Lebak Bulus ini target segment kita adalah luxury. Demand-nya turun di menengah atas. Tapi untuk segmen luxury masih bagus asal desainnya bagus,” ujar Michael dalam keterangannya yang dikutip Jumat (5/6/2026).

Menurut Michael, proyek Solea dibangun untuk menjawab kebutuhan pasar akan hunian premium di lokasi strategis yang dekat dengan stasiun MRT, sekolah internasional, dan fasilitas kesehatan. Perseroan menargetkan dapat menjual beberapa unit tambahan tahun ini dan sekitar enam unit pada tahun depan dari total 16 unit yang tersedia.

Lebih jauh, Perseroan juga berencana mereplikasi konsep hunian premium tersebut di sejumlah kota lain dalam beberapa tahun mendatang. “Kami akan mengembangkan proyek premium serupa di beberapa kota ke depan,” kata Michael.

Ia mengakui terdapat sejumlah tantangan eksternal yang masih membayangi industri properti, antara lain kenaikan harga lahan, pelemahan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya harga bahan bangunan dan biaya kontraktor. Selain itu, daya beli masyarakat pada segmen rumah menengah juga masih menghadapi tekanan.

BACA JUGA:   Niffaro Park Segera Luncurkan Menara Apartemen Kedua

Menurut dia, birokrasi perizinan juga masih menjadi kendala dalam pengembangan proyek baru meskipun sebagian proses telah dilakukan secara digital.

Untuk menjaga kesehatan keuangan perusahaan, PUPD juga menjalankan strategi optimalisasi aset yang telah dimiliki. Salah satunya melalui renovasi Hotel Sol Marbella Anyer yang dinilai berhasil meningkatkan kontribusi pendapatan. Perseroan juga melakukan renovasi apartemen di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, yang mendapat respons positif dari pasar.

Selain itu, perusahaan terus melakukan efisiensi operasional dan memperkuat pemasaran digital guna meningkatkan tingkat okupansi serta penjualan produk properti.

Sementara itu, Vice President Finance Veriko Sasetya mengatakan Perseroan mengantisipasi tantangan arus kas pada tahun-tahun mendatang dengan menerapkan strategi konservatif dalam pengelolaan keuangan.

Menurut dia, seluruh akuisisi lahan yang dilakukan selama ini menggunakan dana internal tanpa memanfaatkan pinjaman perbankan.

“Perseroan dalam pengadaan tanah tidak pernah menggunakan loan tapi selalu dari equity. Ini karena pertimbangan perseroan masih bisa menjual tanah tersebut di masa datang dan harga akan terus naik. Kita jalankan strategi yang hati-hati dalam penggunaan uang,” ujarnya.

Untuk memperkuat likuiditas, Perseroan juga berencana melepas sejumlah aset tanah, termasuk lahan seluas lima hektare di Ubud, Bali, serta sebagian lahan di Banten yang telah dikembangkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan tambahan dana segar guna memperkuat posisi kas perusahaan menghadapi tantangan bisnis pada 2027.

“Tujuannya agar kita mendapatkan quick cash yang lebih banyak untuk menghadapi tantangan di 2027,” kata Veriko.

Perseroan memperkirakan proyek Solea akan memberikan kontribusi sekitar 23 persen terhadap total pendapatan perusahaan dengan tingkat margin yang dinilai menarik.

Dalam RUPST yang digelar Kamis (4/6/2026), pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp1 per saham atau sekitar 41 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp1,61 miliar. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat atas 659,12 juta saham dan dijadwalkan dibayarkan paling lambat pada 1 Juli 2026.

Tags: PT Pudjiadi Prestige TbkPUPD
Previous Post

Menkeu Purbaya: Perubahan UU P2SK Langkah Strategis Membangun Fondasi Ekonomi Indonesia Lebih Kuat

Next Post

Begini Komitmen PetroChina Bagi Peningkatan Akses Pendidikan Tanjab Barat dan Timur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR