Jakarta, TopBusiness – Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) menekankan pentingnya penguatan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis yang berbasis sistem digital terintegrasi agar proses ekspor tetap transparan, efisien, dan tidak mengganggu daya saing Indonesia di pasar global.
Direktur Eksekutif Sari Esayanti mengatakan rencana pengelolaan ekspor melalui satu pintu harus diiringi proses yang cepat dan transparan. Hal itu dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pembeli internasional sekaligus memastikan posisi Indonesia sebagai pemasok utama batu bara dunia.
Menurutnya, pasar global sangat memperhatikan ketepatan waktu pengiriman, konsistensi kualitas produk, serta komitmen produsen dalam memenuhi kontrak penjualan.
“Ketidakpastian akan faktor-faktor tersebut akan membuat para customer mengalihkan pasokan ke negara lain,” ujar Sari dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).
IMA menilai digitalisasi pengawasan ekspor yang telah diterapkan pemerintah selama satu dekade terakhir terbukti mampu meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan potensi praktik transfer pricing maupun under invoicing dalam perdagangan komoditas tambang.
Sari menjelaskan, sistem pelaporan dan pengawasan terintegrasi yang dijalankan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menjadi instrumen penting dalam menjaga akurasi data ekspor batu bara dan mineral.
Selain itu, penerapan harga acuan batu bara dan mineral yang dikombinasikan dengan pengawasan ekspor oleh surveyor pemerintah dan otoritas kepabeanan dinilai telah memperkuat integritas tata niaga sektor pertambangan.
“Dengan adanya mekanisme pengawasan digital yang terintegrasi dan melibatkan berbagai instansi diyakini sudah berjalan baik. Oleh karena itu, langkah-langkah penegakan hukum yang tegas diperlukan jika didapati pelanggaran, guna menciptakan iklim usaha yang adil dan berkelanjutan,” katanya.
IMA menilai transformasi digital dalam tata kelola ekspor menjadi faktor penting untuk meningkatkan efisiensi layanan, mempercepat proses verifikasi, serta memperkuat pengawasan lintas lembaga tanpa menghambat kelancaran ekspor.
Asosiasi juga menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat integritas pasar serta mendukung pertumbuhan sektor pertambangan nasional yang berkelanjutan.
Menurut IMA, sistem pengawasan yang transparan dan berbasis digital akan menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan pasar internasional sekaligus mempertahankan daya saing komoditas tambang Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.
