Jakarta, TopBusiness — Pembangunan dua Sekolah Rakyat Maluku Utara di Kabupaten Halmahera Barat dan Halmahera Utara terus dipacu penyelesaiannya pada Juni 2026. PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) melalui HK–MAP KSO mengerjakan kedua sekolah berasrama yang akan menjadi tempat belajar bagi anak-anak Maluku Utara dari berbagai latar belakang.
Kedua sekolah berdiri di atas lahan masing-masing sekitar 8,8 hektare dengan luas bangunan sekitar 27.150 meter persegi. Di dalamnya terdapat gedung SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah susun guru, masjid, gedung serbaguna, dapur, kantin, serta lapangan olahraga. Selama menempuh pendidikan, murid akan tinggal di asrama di dalam kompleks sekolah.
Lokasi di kepulauan menuntut perencanaan logistik yang matang. Material konstruksi diangkut melintasi laut menuju Halmahera, dan pasokannya diatur bertahap mengikuti jadwal pelayaran agar pekerjaan tetap berjalan. Faktor cuaca pun diantisipasi dalam pengaturan ritme kerja di lapangan.
Untuk mengejar penyelesaian, Hutama Karya menjalankan sejumlah strategi percepatan sekaligus. Jam kerja diperpanjang dengan pola long shift, dan jumlah pekerja puncak di tiap lokasi ditingkatkan. Produktivitas pengecoran digenjot dengan menambah peralatan beton, sementara metode struktur disesuaikan, antara lain penggunaan plat bondek, precast fondasi foot plate untuk mempercepat pekerjaan tanpa menurunkan mutu. Selain itu metode pada pekerjaan kawasan dengan penimbunan makadam untuk mempercepat pemulihan jalan akses dalam kondisi intensitas hujan tinggi.
Direktur Operasi II Hutama Karya, Mardiansyah, meninjau langsung pekerjaan di Halmahera Barat dan Halmahera Utara pada Rabu–Kamis (3–4/6). Dalam peninjauan tersebut, ia menekankan bahwa kualitas hasil akhir dan percepatan penyelesaian fasilitas pendidikan menjadi perhatian utama perusahaan. “Kami memprioritaskan kualitas di setiap tahapan dan terus memacu penyelesaian fisik di lapangan, sehingga fasilitas pendidikan ini siap mendukung proses belajar anak-anak Maluku Utara secara optimal,” ujarnya melalui siaran pers.
Menggerakkan Ekonomi Warga Selama Pembangunan
Pembangunan ini memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Sekitar 20–25 persen tenaga kerja proyek berasal dari warga lokal. Hutama Karya juga melibatkan subkontraktor daerah dan menyerap pasokan material dari pemasok setempat, sehingga perputaran ekonomi di sekitar lokasi ikut bergerak selama masa konstruksi.
Harapan untuk Anak-Anak Maluku Utara
Bagi anak-anak di Maluku Utara, sekolah berasrama ini membuka kesempatan memperoleh pendidikan yang setara dengan anak-anak di daerah lain. Setiap anak Indonesia berhak atas layanan pendidikan yang bermutu tanpa terhalang faktor geografis maupun ekonomi, dan kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi salah satu jalannya.
Seorang warga Desa Tuniku, Nurlinda, berharap sekolah ini segera bisa dimanfaatkan anak anak di sekitarnya. “Semoga cepat selesai, supaya anak-anak bisa sekolah. Karena banyak anak yang kurang mampu,” ujarnya.
Harapan itu kini semakin dekat. Hingga awal Juni 2026, lebih dari separuh keseluruhan pekerjaan telah rampung, dan pekerjaan difokuskan pada penyelesaian arsitektur, penataan kawasan, serta fasilitas pendukung.
