Jakarta, TopBusiness – Indonesia dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah memiliki banyak komoditas khas yang sangat dibutuhkan dunia banyak negara untuk diolah menjadi bahan setengah atau dihilirkan menjadi produk yang siap masuk pasar global. Untuk itu maka program hilirisasi merupakan prioritas program pemerintah yang harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.
Keseriusan ini salah satunya terwujud dikuatkan dengan lahirnya Kementerian Hilirisasi dan Investasi/BKPM. Dan terkait hilirisasi tidak hanya untuk peningkatan nilai tambah SDA, tetapi akan menarik sektor-sektor lain termasuk konstruksi dan industri lainnya.
Menurut Royanto Handaya selaku Presiden Direktor Panorama Media pada saat acara Megabuild, Keramika dan Megaproperty 2026 di NICE PIK-2, menyatakan bahwa edisi tahun 2026 ini dirancang bukan sekedar pameran, melainkan katalisator pertumbuhan ekonomi.
“Dengan menyatukan Megabuild, Keramika dan Megaproperty, akan memberikan panggung bagi inovasi material, teknologi arsitektur dan investasi properti terbaik agar seluruh stakeholders dapat berakselerasi dalam satu platform,” ujar Royanto dalam siaran persnya, Minggu (7/6/2026).
Demikian juga dikuatkan oleh Haryo Yudo Sedewo, Direktur Pelayanan Perencanaan Zona Investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, bahwa investasi diharapkan menjadi mesin pertumbuhan perekonomian dalam mendukung Visi Indonesia Emas 2045. Investasi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan pengeluaran, serta mendorong tumbuhnya industri baru. Sedangkan pertumbuhan industri menciptakan permintaan impor dan komoditi untuk ekspor serta akan menimbulkan surplus perdagangan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada peningkatan peringkat kredit investasi Indonesia.
Khusus mengenai investasi, diharapkan akan mendorong secara nyata pendapatan negara, penciptaan lapangan kerja, dan transfer teknologi, serta meningkatkan kemampuan dan kapasitas nasional dalam hal industri penunjang masa depan. Bahkan investasi hilirisasi komoditas sumber daya alam ini ditargetkan menjadi jalan pembuka bagi pertumbuhan pusat-pusat perekonomian baru di daerah, yang memberikan dampak multiplier effect untuk menuju Visi Indonesia Maju 2045.
Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi sumber daya alam besar seperti minyak dan gas, batubara, kelapa sawit, serta karet. Ini semua tentu sangat perlu dikembangkan terus berbagai hilirisasi menghasilkan produk yang bernilai lebih tinggi dan bahkan lebih tinggi lagi dan akan membangkitkan sektor lainnya termasuk konstruksi menjadi orkestrasi pembangunan yang makin cepat.
Upaya ini semua, tentu tidak akan terwujud secara otomatis, tetapi harus ada yang menjadi motor utama dalam melakukan gebrakan Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam yang besar, memiliki banyak komoditas khas yang sangat dibutuhkan dunia untuk diolah menjadi bahan setengah jadi dan bahkan produk jadi.
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang telah mencanangkan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), sebagai Mercusuar Sumatera Selatan. Pembangunan pelabuhan senilai US$ 1,2 miliar ini dirancang akan menjadi proyek pelabuhan laut dalam dan pusat logistik multimoda berskala internasional untuk mengatasi keterbatasan logistik dan meningkatkan daya saing ekspor komoditas unggulan daerah yang akan menjadi daya tarik investasi bagi industri hilirisasi kedepannya.
Atas upaya ini maka dalam kesempatan peluncuran MEGA CONSTRUCTION, sebagai rangkaian MEGABUILD 2026, maka FSII (Forum Sinergi Inovasi Industri), menganugerahkan penghargaan kepada Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru sebagai Gubernur Visioner Pengembangan Ekonomi yang diterima oleh Dedi Rachmadi, Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumatera Selatan.
Penghargaan ini diserahkan oleh Tito Loho sebagai Chairman FSII yang didampingi, Pudji Untoro, Advisor FSII dan Sarah Maryati, Vice Chairman Women FSII, serta Royanto Handaya diharapkan akan semakin memberikan semangat untuk melahirkan inspirasi dan inovasi pengembangan ekonomi Sumatera Selatan. Sehingga akan menjadi pilot sukses untuk jadi contoh pembangunan ekonomi daerah lainnya di Indonesia.
