TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Lebih dari 100 Fitur Digital Jadi Senjata Bank Raya Pacu Kinerja 2026

Nurdian Akhmad
10 June 2026 | 11:02
rubrik: Business Info
Mudahkan Akses Modal UMKM, Bank Raya Tawarkan Pinang Maksima

FOTO: Istimewa

Jakarta – PT Bank Raya Indonesia Tbk (IDX: AGRO) atau Bank Raya terus mengandalkan inovasi digital sebagai mesin utama pertumbuhan bisnis pada 2026. Di tengah dinamika ekonomi global, bank digital yang tergabung dalam ekosistem Bank Rakyat Indonesia ini memperkuat pengembangan produk dan layanan digital guna meningkatkan kinerja sekaligus memperluas basis nasabah.

Dalam Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia bersama Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, manajemen Bank Raya menegaskan bahwa inovasi menjadi strategi utama untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan perseroan akan terus mengoptimalkan transformasi digital melalui pengembangan produk yang mudah, relevan, dan andal bagi pelaku usaha, komunitas, maupun nasabah individu.

“Di tengah dinamika global, kami selalu berupaya menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental sebagai bukti keberhasilan kami bertransformasi menjadi bank digital. Kami terus mengoptimalkan inovasi produk kepada nasabah melalui ragam solusi keuangan digital yang relevan dengan masyarakat,” ujar Bagus dalam keterangannya yang dikutip Rabu (10/6/2026).

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Bank Raya menerapkan pendekatan eksploitasi dan eksplorasi. Melalui strategi eksploitasi, perseroan memanfaatkan sinergi dengan BRI Group untuk mengoptimalkan peluang bisnis digital di dalam ekosistem. Sementara melalui strategi eksplorasi, Bank Raya memperluas pasar melalui kolaborasi dengan berbagai mitra di luar ekosistem BRI.

Hingga akhir Maret 2026, aplikasi Raya telah dilengkapi lebih dari 100 fitur digital yang digunakan oleh lebih dari satu juta nasabah. Sejumlah inovasi unggulan yang menjadi andalan perseroan antara lain Saku Bisnis, yang membantu pelaku usaha mengelola keuangan secara lebih efisien; Uang Saku, fitur edukasi keuangan digital bagi anak-anak dengan pengawasan orang tua; serta Saku Bareng, layanan tabungan kolektif yang mendukung kebutuhan komunitas secara transparan.

BACA JUGA:   Ganti Nama Jadi Bank Raya, AGRO Resmi Sebagai Bank Digital

Bank Raya juga menghadirkan Kartu Digital Debit Visa yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi domestik maupun internasional secara lebih mudah. Perseroan bahkan tengah menyiapkan fitur baru yang menggabungkan pengelolaan keuangan dengan aktivitas hobi nasabah sebagai bagian dari strategi meningkatkan engagement pengguna.

Penguatan inovasi digital tersebut turut berkontribusi terhadap kinerja perusahaan pada kuartal I 2026. Bank Raya membukukan laba bersih sebesar Rp6,79 miliar dengan rasio net interest margin (NIM) meningkat menjadi 5,78 persen dari sebelumnya 4,87 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi bisnis digital, penyaluran kredit digital mencapai Rp8,14 triliun atau tumbuh 29 persen secara tahunan. Outstanding kredit digital tercatat Rp3,14 triliun, meningkat 33,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Porsi kredit digital terhadap total kredit juga naik menjadi 45,6 persen dari 32,1 persen pada kuartal I 2025.

Salah satu motor pertumbuhan utama berasal dari produk Pinang Dana Talangan yang selama tiga bulan pertama 2026 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp7,25 triliun, tumbuh 33,4 persen secara tahunan. Produk tersebut telah dimanfaatkan sekitar 52.000 Agen BRILink dan Agen Gadai.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp8,44 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan dana murah, khususnya tabungan dan giro yang mencapai Rp3 triliun atau naik 30,2 persen. Sementara itu, digital saving melonjak 63,9 persen menjadi Rp2,3 triliun, mencerminkan semakin tingginya adopsi layanan digital Bank Raya oleh masyarakat.

Untuk mendukung ekspansi bisnis digital, Bank Raya juga memperkuat fondasi teknologi dan tata kelola. Perseroan menerapkan standar keamanan informasi internasional ISO/IEC 27001:2022 serta terus meningkatkan sistem manajemen risiko dan pengendalian operasional teknologi informasi.

“Kami melihat peluang pertumbuhan digital tetap terbuka, namun kami melangkah dengan prinsip kehati-hatian, memastikan setiap ekspansi didukung oleh fundamental yang kuat dan manajemen risiko yang terjaga sebagai bank digital yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi untuk tumbuh secara berkelanjutan,” kata Bagus.

BACA JUGA:   Sentimen Positif Pasar Modal Tinggal Pengampunan Pajak

Dengan strategi inovasi produk yang terus diperluas, dukungan ekosistem BRI Group, serta pertumbuhan bisnis digital yang konsisten, Bank Raya optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sepanjang 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri perbankan digital nasional.

Tags: Bank Raya
Previous Post

Berikut Ini Tantangan, Peluang dan Strategi BDKR di 2026

Next Post

Menteri Maman: Revisi UU UMKM untuk Perkuat Pelindungan dan Daya Saing UMKM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR