TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Diperkirakan Melemah, Sentimen Timur Tengah Tekan Pasar

Agus Haryanto
11 June 2026 | 08:12
rubrik: Capital Market
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Tim riset PT Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui laman resmi samuel.co.id, Samuel Sekuritas menjelaskan bahwa bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Rabu (10/6/2026). Indeks Dow Jones turun 1,87%, S&P 500 terkoreksi 1,62%, dan Nasdaq merosot 1,98%.

Penurunan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran berlangsung terlalu lama dan mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut. Sentimen ini memicu kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Dari pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 3,58 basis poin menjadi 4,552%, sementara Indeks Dolar AS menguat tipis 0,04% ke level 99,95.

Harga Komoditas Bergerak Variatif

Pasar komoditas pada Rabu (10/6/2026) ditutup mayoritas menguat. Minyak mentah WTI naik 2,07% menjadi USD 90,03 per barel dan Brent menguat 1,80% menjadi USD 93,10 per barel.

Harga batu bara naik 0,71% menjadi USD 148,00 per ton, sementara crude palm oil (CPO) menguat 0,22% menjadi MYR 4.538 per ton. Sebaliknya, harga emas turun tajam 4,42% menjadi USD 4.072 per ons.

Bursa Asia dan Pergerakan IHSG

Bursa Asia juga ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Hang Seng turun 0,64%, Nikkei melemah 1,89%, dan Shanghai Composite terkoreksi 0,42%.

Di dalam negeri, IHSG justru mencatat kenaikan 2,71% ke level 5.902,38. Meski demikian, investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp3,13 triliun, yang terdiri atas Rp2,93 triliun di pasar reguler dan Rp190,6 miliar di pasar negosiasi.

BACA JUGA:   Wall Street Angkat IHSG

Saham yang mencatat net sell asing terbesar di pasar reguler adalah BBRI sebesar Rp571,3 miliar, TPIA Rp395,4 miliar, dan BBNI Rp147,1 miliar. Sebaliknya, net buy asing terbesar terjadi pada GOTO Rp23,8 miliar, BREN Rp21,5 miliar, dan INDF Rp11,9 miliar.

Saham-saham yang menjadi penggerak utama kenaikan IHSG antara lain BBCA, TLKM, dan BBRI, sedangkan saham yang menjadi penekan indeks antara lain SMMA, EMAS, dan AMMN.

Pembukaan Pagi Ini

Pada perdagangan pagi ini, indeks KOSPI dibuka melemah 2,82% dan Nikkei turun 0,95%. Samuel Sekuritas menilai kondisi tersebut dapat memberikan tekanan pada pergerakan IHSG hari ini. “Hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah seiring meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah,” demikian tertulis dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia.

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Siap Menguji Level ke 6000, BNI Sekuritas Sarankan Buy Saham BBCA, BULL, TLKM, MBMA, BREN, dan INET

Next Post

Perkuat Kinerja, RUPST DILD Setujui Keputusan Tak Bagi Dividen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR