TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

ARTA Sebut Target Pendapatan di 2026

Agus Haryanto
12 June 2026 | 09:54
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – PT Arthavest Tbk atau kode emiten: ARTA memetakan untuk target pendapatan sebesar Rp100 M, tantangan, dan strategi di 2026.

Demikian terungkap dari materi public expose tahunan melalui laman idx.co.id, di Jakarta, Jumat (12/06/2026).

Perseroan mencatat ada sejumlah tantangan di tahun ini.

• Kondisi perekonomian global: Ketegangan geopolitik (terutama di Timur Tengah dan Eropa) memicu kenaikan/fluktuasi harga energi dan bahan bakar. Hal ini meningkatkan biaya logistik termasuk bahan makanandanutilitas hotel (listrik/air).
• Efisiensi Anggaran Pemerintah: Adanya kebijakan pengurangan rapat di luar kantor (hotel) oleh kementerian/lembaga untuk efisiensi anggaran 2026 berdampak signifikan pada hotel-hotel di Jakarta yang selama ini bergantung pada pasar MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).
• Persaingan yang Ketat: Pasar diprediksi lebih berpihak pada hotel kelas menengah dengan budget harga lebih ekonomis. Hotel bintang 4 dan 5 yang tidak memiliki proposisi nilai unik akan kesulitan menjaga tingkat okupansi.
• Teknologi dan Inovasi: Tamu di tahun 2026 mengharapkan otomatisasi penuh, mulai dari mobile check-in, kunci digital. Penggunaan AI dalam pemesanan hotel meningkatkan risiko penipuan data. Hotel dituntut memiliki sistem keamanan siber yang mumpuni untuk melindungidata privasi tamu.

Sementara itu, strateginya meliputi:

• Fokus pada MICE Hybrid: Sediakan teknologi streaming berkualitas tinggi untuk rapat yang menggabungkan peserta fisik dan virtual, baik dengan koneksi internet yang stabil dan berkecepatan tinggi, penyediaan smartboard atau proyektor dengan resolusi tinggi, dan sebagainya.
• Paket Staycation Tematik: Buat paket akhir pekan yang unik dengan beberapa produk bundling (misal: penyediaan kendaraan untuk wisata kota Jakarta, wellness retreat untuk pelayanan spa dan sauna) untuk menarik baik pasar internasional dan domestik.
• Optimalisasi F&B: Ubah restoran hotel menjadi destinasi kuliner mandiri untuk meningkatkan pendapatan non-kamar melalui kerjasama dengan beberapa restoran ternama.
• Automasi Layanan: Implementasikan mobile check-in dan kunci digital untuk efisiensi staf dan kenyamanan tamu.
• Program Loyalitas Personalisasi: Gunakan data tamu untuk menawarkan diskon atau fasilitas yang relevan secara individu melalui social media dan pemberian voucher.
• Inisiatif Berkelanjutan (Green Hotel): Kurangi plastik sekali pakai dan gunakan sistem hemat energi untuk menarik segmen tamu yang sadar lingkungan.

BACA JUGA:   Geger MSCI Picu Bos BEI dan OJK Mundur, Saham Ini Direkomendasikan: BUMI, IMPC, MEDC, BREN, ENRG, dan RMKO
Previous Post

JTB Topang 65% Kebutuhan Gas PGN SOR 3, Sinergi Hulu-Hilir Kian Solid

Next Post

OJK dan ILO Luncurkan ERP: Tingkatkan Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR