TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Saham Bergairah, IHSG Melesat pada Akhir Pekan

Agus Haryanto
12 June 2026 | 16:27
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Jumat (12/6/2026) dengan kenaikan signifikan.

IHSG ditutup menguat 121,62 poin atau 2,7 persen ke level 6.007,65. Penguatan ini sekaligus membawa indeks kembali menembus level psikologis 6.000 setelah sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 36,03 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp21,03 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sekitar 2,3 juta kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, mayoritas berada di zona hijau, mencerminkan tingginya minat beli investor pada berbagai sektor, terutama saham-saham berkapitalisasi besar.

Kenaikan IHSG didorong oleh penguatan sejumlah saham unggulan yang memiliki bobot besar terhadap indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ditutup naik sekitar Rp250 menjadi Rp8.950 per saham. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat Rp120 menjadi Rp4.180 per saham. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik Rp175 ke level Rp5.525 per saham, sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) bertambah Rp90 menjadi Rp3.060 per saham.

Dari sektor nonperbankan, saham PT Astra International Tbk (ASII) menguat Rp140 menjadi Rp4.650 per saham. Di sektor pertambangan, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik Rp50 menjadi Rp480 per saham, sementara saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat Rp20 menjadi Rp182 per saham.

Penguatan yang terjadi pada perdagangan hari ini menunjukkan adanya peningkatan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pasar modal domestik. Tingginya volume dan nilai transaksi mengindikasikan bahwa penguatan tidak hanya didorong oleh investor ritel, tetapi juga didukung oleh aktivitas pembelian investor institusi.

BACA JUGA:   IHSG Diproyeksikan Melemah

Sektor perbankan menjadi kontributor utama kenaikan indeks mengingat kapitalisasi pasarnya yang besar. Kembalinya minat investor terhadap saham-saham perbankan mencerminkan keyakinan terhadap fundamental sektor keuangan yang masih solid dan prospek pertumbuhan kredit yang tetap positif.

Selain itu, sektor energi dan pertambangan juga memberikan kontribusi positif terhadap pergerakan indeks. Saham-saham komoditas memperoleh dukungan dari ekspektasi membaiknya permintaan global serta stabilisasi harga komoditas di pasar internasional. Kondisi tersebut mendorong investor melakukan akumulasi pada saham-saham berbasis sumber daya alam.

Secara teknikal, keberhasilan IHSG kembali berada di atas level 6.000 menjadi sinyal positif bagi pasar. Level tersebut selama ini dipandang sebagai area psikologis penting yang dapat meningkatkan kepercayaan investor. Jika momentum penguatan berlanjut dan didukung oleh arus dana yang konsisten, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.100 hingga 6.200 pada perdagangan berikutnya.

Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung setelah penguatan tajam yang terjadi dalam satu sesi perdagangan. Volatilitas pasar masih dapat terjadi seiring perkembangan sentimen global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta arah aliran dana asing di pasar saham domestik.

Secara keseluruhan, perdagangan Jumat menunjukkan adanya pemulihan sentimen pasar yang cukup kuat. Kenaikan IHSG sebesar 2,7 persen yang ditopang oleh tingginya volume transaksi, nilai perdagangan yang mencapai lebih dari Rp21 triliun, serta penguatan saham-saham unggulan menjadi indikasi bahwa investor mulai kembali melakukan akumulasi pada aset-aset berisiko di pasar modal Indonesia.

Data AI

Tags: ihsgindeksJCI
Previous Post

Menteri UMKM Optimistis Jakarta Fair 2026 Cetak Rekor Transaksi dan Perluas Pasar UMKM

Next Post

Saham Diburu Investor, IPCC Konsisten Perkuat Transformasi Ekosistem Logistik Terintegrasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR