Jakarta, TopBusiness — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu pagi dibuka menguat 66,99 poin atau 1,07 persen ke posisi 6.321,96. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 turut menguat 5,46 poin atau 0,87 persen ke posisi 630,14.
Penguatan indeks pada awal perdagangan mencerminkan meningkatnya minat beli investor setelah tekanan jual yang mewarnai perdagangan sebelumnya mulai mereda. Sentimen positif dari pergerakan bursa regional Asia serta optimisme terhadap stabilitas nilai tukar rupiah menjadi katalis utama yang mendorong pelaku pasar kembali melakukan akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Pada menit-menit awal perdagangan, aktivitas transaksi terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp280 miliar, melibatkan sekitar 420 juta saham yang diperdagangkan dalam lebih dari 32.000 kali transaksi. Sebanyak lebih dari 250 saham berada di zona hijau, sementara sekitar 90 saham melemah dan sisanya bergerak stagnan.
Saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama penguatan IHSG antara lain:
| Kode | Emiten | Perubahan | Harga |
|---|---|---|---|
| BBCA | Bank Central Asia | naik Rp225 | Rp8.025 |
| BBRI | Bank Rakyat Indonesia | naik Rp120 | Rp3.950 |
| BMRI | Bank Mandiri | naik Rp180 | Rp4.880 |
| TLKM | Telkom Indonesia | naik Rp70 | Rp2.650 |
| ASII | Astra International | naik Rp110 | Rp4.650 |
| AMMN | Amman Mineral Internasional | naik Rp300 | Rp7.050 |
| BYAN | Bayan Resources | naik Rp250 | Rp17.950 |
Kenaikan saham-saham perbankan besar menjadi faktor dominan dalam mendorong laju IHSG karena sektor keuangan memiliki bobot terbesar dalam perhitungan indeks. Penguatan BBCA, BBRI, dan BMRI menunjukkan investor kembali melakukan akumulasi pada saham-saham yang dinilai memiliki fundamental kuat dan valuasi yang mulai menarik setelah koreksi sebelumnya.
Selain sektor perbankan, saham komoditas dan energi juga memberikan kontribusi positif. Penguatan harga batu bara dan logam di pasar global mendorong minat investor terhadap saham-saham berbasis sumber daya alam seperti BYAN dan AMMN. Sementara itu, kenaikan TLKM dan ASII menunjukkan adanya pembelian pada saham-saham defensif yang dinilai mampu menjaga kinerja di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Secara teknikal, keberhasilan IHSG menembus area psikologis 6.300 pada pembukaan perdagangan membuka peluang penguatan lanjutan menuju level resistensi terdekat di kisaran 6.350–6.400. Namun, pelaku pasar masih mencermati perkembangan sentimen eksternal, terutama arah kebijakan suku bunga global, pergerakan nilai tukar rupiah, serta dinamika harga komoditas yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasar sepanjang sesi perdagangan.
Analis menilai selama IHSG mampu bertahan di atas area support 6.250, peluang melanjutkan penguatan masih terbuka. Arus masuk dana ke saham-saham perbankan dan komoditas diperkirakan tetap menjadi penggerak utama indeks pada perdagangan hari ini.
Data AI
