Jakarta, TopBusiness — PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) secara resmi menyalurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) HK Water, Sanitation and Hygiene Infrasructure (red. WASH INFRA) berupa penyediaan air bersih berkelanjutan dari panen air hujan dan mata air berbasis teknologi Reverse Osmosis (RO) di Padukuhan Gemawang, Kalurahan Sinduadi, Kepanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Jumat (19/6).
Padukuhan Gemawang dipilih karena berada disekitar wilayah operasional salah satu proyek Hutama Karya, yaitu Pembangunan Gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito. Kehadiran program ini sekaligus mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Program ini hadir sebagai respon perusahaan dalam mengoptimalkan pengelolaan air baku yang selama ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat RT.05 Padukuhan Gemawang, sekaligus mengatasi kerentanan akses air bersih akibat keterbatasan sumber daya air tanah dalam serta ancaman penurunan debit air saat musim kemarau di kawasan padat penduduk tersebut.
Melalui sinergi bersama Yayasan Kinarya Anak Bangsa dan Universitas Gadjah Mada (UGM), Hutama Karya merealisasikan sistem pengolahan air bersih layak konsumsi terpadu yang mengombinasikan pemanfaatan potensi air hujan melalui instalasi Gama Rain Filter serta optimalisasi sumber mata air dari Kali Code. Bantuan komprehensif senilai total Rp 227 juta ini mencakup pembuatan instalasi pemanen air hujan, pengadaan filter penjernih mata air dan sumur bor sebagai penyaring pertama, pembangunan menara air (water tower), serta pipanisasi distribusi ke permukiman warga RT.04 dan RT.05 di Padukuhan Gemawang. Untuk memastikan air yang dihasilkan aman dikonsumsi langsung oleh masyarakat, Hutama Karya turut memasang Unit Reverse Osmosis (RO) sebagai sistem penyaringan tahap kedua.
Seluruh rangkaian implementasi program ini diserahkan langsung oleh Kepala Unit TJSL Hutama Karya, Dianita Saraswati, kepada Ketua RT.04 – H Muhasim, AMK. dan RT.05 – H Subechi, ST Padukuhan Gemawang, dengan didampingi oleh Direktur Program Bank Air Yayasan Kinarya Anak Bangsa, Rosita Yuwanasari Suwardi Wibawa. Selain itu pada acara seremonial serah terima program HK WASH INFRA turut dihadiri langsung oleh Bupati Sleman – H Harda Kiswaya, SE., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) – Junaidi S.ST., Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Serayu Opak Progo – Rochimah Nugrahini, S.Hut., M.Si., Camat Mlati dan Lurah Sinduadi.
Kehadiran program HK WASH INFRA ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal. Melalui kapasitas teknologi RO dan pemanen air hujan, fasilitas ini mampu memproduksi air layak konsumsi dalam volume besar untuk memenuhi kebutuhan harian 100 Kepala Keluarga di RT.04 dan RT.05 Padukuhan Gemawang. Fasilitas ini sekaligus mengurangi ketergantungan warga pada sumur bor dalam, meningkatkan kualitas kesehatan, serta menekan risiko penyakit akibat kontaminasi bakteri seperti Escherichia coli yang rentan terjadi di kawasan padat penduduk.
Pelaksana Tugas (Plt.) Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur ramah lingkungan yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial. “Program HK WASH INFRA di Padukuhan Gemawang ini merupakan solusi inovatif jangka panjang dan berkelanjutan untuk mewujudkan desa yang mandiri air. Kami mengintegrasikan potensi alam seperti air hujan dan mata air alami dengan teknologi modern yang dikembangkan bersama Universitas Gadjah Mada agar masyarakat mendapatkan akses air siap minum yang higienis, merata, dan lebih ekonomis. Bagi Hutama Karya, menjamin pemenuhan hajat hidup orang banyak melalui infrastruktur yang andal dan ramah lingkungan adalah komitmen yang kami jaga sepenuhnya,” ujar Hamdani melalui siaran pers.
Selanjutnya dalam rangkaian seremonial Program HK WASH INFRA, Bupati Sleman turut mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas bantuan instalasi air bersih yang diberikan oleh Hutama Karya. Beliau memberikan arahan kepada masyarakat Gemawang untuk menjaga dan merawat bantuan air bersih yang telah diberikan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Penyelesaian dan penyerahan program ini menjadi bukti kontribusi aktif Hutama Karya, sebagai bagian dari pilar infrastruktur nasional di bawah naungan Danantara, dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan. Program ini secara konkret menyelaraskan komitmen perusahaan terhadap Asta Cita Pemerintah—khususnya pilar nomor 6 mengenai pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi, serta pilar nomor 8 terkait pengelolaan lingkungan yang harmonis. Inisiatif ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) PBB, terutama SDGs Nomor 6 (Clean Water and Sanitation) dan SDGs Nomor 3 (Good Health and Well-being), guna menciptakan masa depan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan mandiri.
Hamdani menambahkan, program HK WASH INFRA ini bukan hanya dilakukan di wilayah Sleman Yogyakarta saja, program serupa akan di duplikasi di wilayah sekitar Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS)
“Wilayah Palembang, tepatnya di dekat proyek pembangunan ruas Palembang-Betung menjadi lokasi selanjutnya yang akan kami kerjakan. Kondisi keterbatasan sumber air dan keadaan air baku yang tidak layak menjadi tantangan tersendiri dalam realisasi HK WASH INFRA berikutnya.” tutupnya.
