Jakarta, TopBusiness — Menjelang target penyelesaian spin-off sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 11 Tahun 2023 pada 2026, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menyelenggarakan Workshop Fit and Proper Test Persiapan Proses Spin-Off bagi perusahaan anggota guna memperkuat kesiapan industri dalam menghadapi tahapan penilaian regulator.
Workshop ini merupakan agenda perdana yang diselenggarakan AASI dan mendapatkan antusiasme tinggi melalui 51 peserta yang berasal dari 11 perusahaan anggota. Para peserta terdiri atas calon direksi, calon komisaris, calon kepala audit internal, calon aktuaris, serta calon pemegang saham pengendali yang akan mengikuti Fit and Proper Test di hadapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari proses perizinan.
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, AASI menghadirkan para narasumber yang merupakan Tim Penilai Kemampuan dan Kepatutan Perwakilan AASI di OJK, yaitu Rudy Kamdani selaku Direktur Kepatuhan PT AXA Mandiri Financial Services, At Yaltha selaku Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), serta R. Arry Bagoes Wibowo selaku Chief Legal, Compliance and Risk Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia. Melalui sesi berbagi pengalaman dan diskusi interaktif, para narasumber membekali peserta mengenai aspek-aspek yang menjadi perhatian dalam proses Fit and Proper Test.
Dalam sambutannya, Kepala Departemen Human Capital AASI, Mudzakir, menyampaikan bahwa workshop ini merupakan sarana pembekalan bagi para peserta sebelum mengikuti proses penilaian di OJK.
“Ibarat manasik haji, hari ini kami memfasilitasi Bapak dan Ibu untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi Fit and Proper Test. Workshop ini bukan jaminan kelulusan, melainkan bekal agar peserta lebih memahami proses, materi, serta ekspektasi dalam penilaian. Keberhasilan tetap bergantung pada kesiapan dan kompetensi masing-masing individu,” ujar Mudzakir.
Harapannya workshop ini dapat menjadi wadah diskusi dan berbagi pengalaman lintas perusahaan anggota AASI, sehingga para peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses Fit and Proper Test sekaligus memperkuat kesiapan perusahaan dalam menghadapi tahapan spin-off.
Terkait inisiatif ini, Ketua Umum AASI, Fauzi Arfan, menyampaikan bahwa AASI akan terus mendorong penguatan kesiapan industri dalam menghadapi transformasi yang diatur oleh regulator.
“Ke depan, AASI akan terus mendorong kesiapan perusahaan anggota, khususnya dalam menghadapi proses penilaian regulator, agar tahapan spin-off dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujar Fauzi Arfan.
