TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Masih Bergerak Datar, Analis Sarankan Buy Saham HRTA, BUMI, BIPI, BNBR, INDY, dan SCMA

Busthomi
29 June 2026 | 08:45
rubrik: Capital Market
Ide Trading Hari Ini, Buy Saham BUMI, CUAN, BUVA, VKTR, MBMA, dan BRMS

Ilustrasi buy dan sell saham. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Laju IHSG minggu lalu ditutup turun 1.72%, disertai dengan net sell asing ~302 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, EMAS, ASII, BRPT dan TLKM.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, laju IHSG berpotensi sideways di area 5850-6000.

“Dengan kondisi itu, maka level Support IHSG diproyeksi di rentang 5750-5850 dan level Resist IHSG akan berada di kisaran 6000-6100,” ujar dia, dalam riset hariannya, Senin (29/6/2026).

Trading Idea hari ini: HRTA, BUMI, BIPI, BNBR, INDY, dan SCMA

  • HRTA Buy on Weakness dengan area beli di 1700-1740, cutloss di bawah 1690. Target dekat di 1820-1900.
  • BUMI Spec Buy dengan area beli di 140-141, cutloss di bawah 136. Target dekat di 145-150.
  • BIPI Buy on Weakness dengan area beli di 120-126, cutloss di bawah 115. Target dekat di 130-140.
  • BNBR Spec Buy dengan area beli di 90-93, cutloss di bawah 86. Target dekat di 100-106.
  • INDY Buy on Weakness dengan area beli di 1800-1845, cutloss di bawah 1790. Target dekat di 1885-1940.
  • SCMA Spec Buy dengan area beli di 202-206, cutloss di bawah 200. Target dekat di 210-218.

Global Overnight Review

Wall Street Tertekan, Saham AI Melemah. Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas tertekan pada perdagangan Jumat (26/6). Nasdaq Composite melemah 0,24%, S&P 500 turun tipis 0,05% dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,09%.

Tekanan terbesar berasal dari saham-saham chip setelah The New York Times melaporkan bahwa OpenAI mempertimbangkan menunda IPO hingga tahun depan.

Penundaan tersebut disebabkan pelemahan kinerja saham SpaceX pasca melantai di bursa serta tingginya volatilitas saham-saham berbasis AI.

BACA JUGA:   ASLC Bidik Pertumbuhan di Tengah Tren Peralihan Konsumen ke Mobil Bekas

Akibat sentimen tersebut, saham Micron Technology turun lebih dari 6%, Advanced Micro Devices (AMD) turun sekitar 2%, dan Intel kehilangan lebih dari 3%.

Di sisi lain, sektor teknologi di S&P 500 turun sekitar 1%, sedangkan saham kesehatan menguat. Eli Lilly melonjak 7%, Johnson & Johnson naik hampir 4%, dan AbbVie menguat lebih dari 4%.

Selain kesehatan, sektor consumer staples, keuangan, dan utilitas juga meningkat.

Di sisi lain, data kepercayaan konsumen AS yang lebih baik dari perkiraan dan membaiknya prospek inflasi sempat memberikan dukungan bagi pasar.

Namun, pernyataan Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, yang memperkirakan masih diperlukan satu kali kenaikan suku bunga tahun ini akibat tekanan inflasi dari konflik Timur Tengah.

Mayoritas Bursa Asia Melemah, Apple Pangkas Optimisme AI Setelah Naikkan Harga Mac. Bursa Asia sebagaian besar turun pada perdagangan Jumat (26/6), karena saham-saham chip big-cap kehilagan sebagian keuntungan setelah naik tinggi pada perdagangan Kamis.

Indeks Nikkei 225 Jepang menurun 4,15%, dan Topix turun 1,32%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong melemah 1,76%, Taiex Taiwan turun 3,64% dan Kospi Korea Selatan terkoreksi 5,81%.

Sedangkan, ASX 200 Australia naik 0,18%. Sementara itu, Straits Times turun 0,52% dan FTSE Malaysia menguat 0,24%. Pergerakan tersebut ditandai dengan volatilitas tinggi di sektor teknologi.

Fluktuasi pasar saham terbaru menyoroti meningkatnya kekhawatiran investor tentang apakah raksasa teknologi yang selama ini menopang kenaikan pasar saham akan terus membenarkan ekspektasi tinggi yang tertanam pada harga saham. Kekhawatiran tentang pengeluaran AI telah mendorong pergerakan tajam pada saham chip akhir pekan lalu. (Source: Investor Daily, Kontan, Bloomberg)

Tags: sahamsaham hari inisaham pilihan
Previous Post

Masih Cenderung Melemah, Empat Saham Ini: BBRI, MEDC, BBCA, MBMA Jadi Pilihan

Next Post

Dirut Digeser ke Pelindo Multi Terminal, IPCC Sambut Perubahan Pimpinan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR