
Jakarta, businessnews.id — Penyerapan ruang kantor di kawasan CBD (Central Business District) Jakarta menurun tajam di kuartal pertama tahun 2014. Pada kuartal itu, penyerapan di angka 16.000 m2. “Sementara, di kuartal terakhir tahun 2013, penyerapan itu di 24.000 m2,” kata Head of Market Jones Lang LaSalle (JLL), Angela Wibawa, di Jakarta hari ini.
Angela mengatakan, sungguhpun penyerapan menurun, tingkat hunian perkantoran di CBD Jakarta naik tipis. Tetapi, tetap di angka kisaran 94%.
Adapun untuk perkantoran di non-CBD Jakarta, penyerapan di kuartal pertama 2014 turun tipis bila dibandingkan kuartal sebelumnya. “Penurunan itu dari 22.500 m2 menjadi 19.500 m2,” dia menjelaskan.
Tingkat penyerapan itu, dia menambahkan, lebih baik daripada di kawasan CBD Jakarta.
Adapun penurunan volume permintaan tidak membuat rata-rata harga sewa menurun. “Kenaikan nilai tukar USD terhadap Rupiah, memang memberikan tekanan bagi sebagian pemilik gedung untuk memberi ruang negosiasi dengan penyewa. Tetapi, harga sewa yang ditawarkan tidak mengalami perubahan berarti,” ucap dia. (DHI)
EDITOR: DHI